Pemerintah Kota Makassar
Politik

Anggaran Pilgub Rp 600 Milliar, Pengamat: Sangat Rasional



firdaus muhammad
pengamat politik UIN Firdaus Muhammad.

MAKASSAR,INIKATA.com-Pengamat politik Universitas Islam Negeri Makassar Firdaus Muhammad menyatakan bahwa anggaran pilgub Sulawesi Selatan yang naik dua kalipat dari pilgub sebelumnya sudah realistis  karena ada peningkatan jumlah logistik.

“Saya menilai itu sudah realistis dan rasional,”kata Firdaus, Rabu (8/6/2016).

Meski terlalu besar, namun Pemerintah Provinsi dan KPU Sulawesi Selatan perlu mencari titik temu agar pilkada berjalan baik dan berkualitas.

Sehari sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan menyebutkan estimasi anggaran untuk Pilgub 2018 mencapai Rp600 miliar. Nilai itu meningkat dua kali lipat dibandingkan anggaran Pilgub 2013 lalu yang hanya Rp300 miliar.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif menjelaskan, anggaran itu merupakan kebutuhan yang akan digunakan mulai dari tahapan persiapan hingga pelaksanaan. Meski begitu, ia menegaskan, jumlah riil estimasi anggaran tersebut masih bisa naik dan turun.

“Kami sementara rancang, belum ada angka pasti, kita mau dekatkan dengan undang-undang yang baru. Hanya memang prediksi estimasi kami mencapai Rp600 miliar. Pilgub sebelumnya hanya sekitar Rp300 miliar,” ujar Iqbal, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/6/) kemarin.

Menurut Iqbal, estimasi tersebut meningkat karena adanya potensi jumlah pemilih yang meningkat, dibandingkan pemilih pada pilgub sebelumnya. Kemudian, regulasi yang baru memberi tugas khusus pada KPU terkait kampanye.

Selain itu, lanjut dia, jumlah tempat pemilihan suara (TPS) juga diprediksi meningkat. Begitu pula dengan harga bahan, termasuk harga logistik.

“Regulasi yang baru memberi tugas khusus pada KPU terkait kampanye. Ada alat peraga kampanye dan sebagainya, ketiga jumlah TPS juga meningkat, dan harga meningkat termasuk logistik,” tegasnya.

Terkait sumber anggaran, Iqbal, mengatakan bahwa mengikuti kebijakan pemprov, apa akan mengalokasikannya dalam APBD Pokok 2017, APBD Perubahan 2017 atau dalam APBD Pokok 2018.

“Tetapi kan anggaran sebesar itu, tidak mungkin dicover hanya dalam satu tahun anggaran. Sehingga mungkin akan digunakan dua tahun masa anggaran,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menilai, estimasi anggaran Pilgub 2018 yang akan diajukan KPU nilainya terlalu besar. Namun menurutnya pihaknya baru akan menghitung estimasi anggaran pilgub usai Hari Raya Idulfitri nanti.

“Sudah lebaran baru dihitung. Tapi masa sampai Rp600 miliar, untuk apa? Data kan sudah ada, dan itu bersamaan dengan 12 kabupaten lain,” katanya.

Diluar masalah anggaran, Syahrul mengaku dalam pertemuannya itu, KPU melaporkan capaian dalam pilkada serentak lalu. KPU juga melaporkan Sulsel selama ini masuk dalam 3 sampai 5 besar nasional dari penyelenggaraan pilkada.Terbaru, pada ada pilkada serentak 2015 lalu, Sulsel termasuk provinsi yang dikategorikan sebagai daerah dengan pelaksanaan pilkada maksimal dan lebih damai dari provinsi lain. (*)


Iklan Jitu Inikata.com

Berita Terkait

Komentar

To Top