oleh

Doa Istimewa Daeng Kulle di Hari Kemerdekaan

MAKASSAR, INIKATA. com – Daeng (Dg) Kulle, sapaan akrab salah seorang tukang becak yang acap kali memarkir kendaraan tradisionalnya di Jalan Sungai Tangka Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar ini merasa bersyukur mendapatkan penumpang di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72.

Rasa syukur tersebut diungkapkannya setelah mendapatkan penumpang pertamanya sejak parkir di pelataran rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel pada 17 Agustus 2017 pagi.

Tak lelah, pria paruh baya tersebut terus mengusapkan kedua tangan di wajahnya sebagai wujud syukur mendapatkan penumpang di tengah kerasnya gempuran perkembaangaan teknologi yang ada.

“Dari pagi tadi penumpang agak sepi. Ditambah lagi dengan minat masyarakat yang saat sekarang ini sudah tidak ada lagi yang ingin menunggangi kendaraan tradisional seperti becak. Dan semoga tuhan tidak tuli dengan reski yang dijanjikannya,” kata Dg. Kulle, Kamis, (17/8/2017).

Pria yang kesehariannya mengayuh pedal becak tersebut nampak terus berharap perhatian khusus terhadap para tukang becak yang ada di kota Makassar.

“Harus ada rute tersendiri bagi tukang becak. Yang menjadi masalah adalah ketika transportasi tradisional seperti ini akan punah ditelan zaman,” jelasnya.

Ia menceritakan, sesempatkan waktunya dihabiskan untuk beribadah kepada sang pencipta di kala panggilan sholat toba.

Tak lelah kakinya melangkah ke masjid untuk memanjatkan doa agar setiap harinya penumpang mau menunggangi becak yang di kayunya.

“Rezeki sudah ada yang atur, ijinkan tuhan untuk merestui semuanya,”ujarnya.

Sementara, Eda salah seorang staff Pemprov Sulsel mengaku, lebih memilih kendaraan becak tradisional. Pasalnya berada di atas becak seakan membawanya ke zaman dahulu

” Rasanya seperti bernostalgia, dan kebetulan memang sukanya naik becak kodong, “kata Eda. (***)

Komentar

Topik Terkait