oleh

Rembuk Nasional Kemaritiman 2017 untuk Perkuat Potensi Kelautan

JAKARTA, Punya lebih dari 17.000 pulau, Indonesia terang memiliki potensi besar menjadi Poros Maritim Dunia (World MaritiMe Ax).

Potensi ini didukung juga oleh posisi Indonesia di silang dunia Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta benua Asia dan benua Australia.

Maklum Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadikan sektor maritim sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Ini pula sekaligus menjadi terobosan baru dalam sejarah politik pembangunan Indonesia.

Atas dasar-dasar inilah Rembuk Nasional Kemaritiman 2017 dilaksanakan. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Kemandirian dan Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk Kemakmuran Rakyat”.

Kegiatan akan digelar di Hotel Peninsula Sintesa Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis, 19 Oktober.

Ketua panitia kegiatan, Ryan Andi Sumarno, menjelaskan, Rembuk Nasional Kemaritiman bertujuan untuk mengukuhkan jatidiri bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar.

“Diharapkan juga, kegiatan ini mendorong percepatan pembangunan Infrastruktur dan pemberdayaan sektor ekonomi yang berkaitan dengan perikanan rakyat khususnya,” jelas Ryan.

Rembuk Nasional Kemaritiman 2017 akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, PANGABMARTIM, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, dan lain-lain. Turut terlibat sejumlah tokoh nasional, perusahan perikanan/kemaritiman, serta pengamat/praktisi kemaritiman.

Akan hadir sebagai peserta, yakni Kementerian Kemaritiman, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Pemda tingkat I Prov. Sulut, akademisi, media massa, Institut Lembang Sembilan, serta unsur pengusaha kemaritiman dan stakeholder terkait.

“Kita berharap, apa yang sudah terencana dengan matang ini dapat berjalan sukses, dan tujuan yang diharapkan tercapai,” demikian Ryan. (*)

 

Komentar

Topik Terkait