oleh

Perangi Yaman, Trump dan Raja Salman Dituding Melanggar HAM

INIKATA.com– Dukungan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Arab dalam menyerang Yaman, kini mejadi sorotan. Washington dan Riyadh dituding mengancam hak asasi manusia (HAM) dan acuh terhadap penderitaan manusia.

“Masalah hak asasi manusia untuk Amerika Serikat sebagai alat retoris untuk memungkinkan intervensi dalam berbagai urusan negara,” kata Don DeBar, seorang komentator politik dan pembawa acara radio di New York, seperti dilansir Presstv.

“Apakah Amerika Serikat peduli terhadap hak asasi manusia? Tentu aliansi mereka dengan Saudi dalam perang ilegal di Yaman tidak mengindikasikan, “kata DeBar pada hari Selasa, waktu setempat.

Washington telah memberikan dukungan militer untuk Arab Saudi dalam bentuk pengisian bahan bakar pesawat. Militer AS menyediakan layanan pengisian bahan bakar untuk sekitar 10.400 pesawat di wilayah tersebut, menurut data yang diberikan oleh militer.com pada 9 Oktober.

Namun di Kongres, oposisi terhadap dukungan AS untuk perang Saudi berkembang. Anggota parlemen baru-baru ini memperkenalkan sebuah resolusi konstitusional untuk menarik semua dukungan AS untuk perang tersebut.

Perwakilan DPR Ro Khanna sedang mengerjakan sebuah undang-undang untuk mengakhiri keterlibatan militer AS dalam serangan mematikan tersebut.

“Sayangnya, kami telah membantu Arab Saudi. Kami telah mendorong pesawat Saudi yang mengisi bahan bakar Saudi. Kami telah membantu Arab Saudi dengan target. Dan semua ini tidak disetujui oleh Kongres Amerika Serikat, “kata Khanna.

Sebelumnya, Militer AS mulai membantu konflik yang dilakoni Saudi di Timur Tengah (Timteng) saat di bawah komando Presiden Barack Obama, kerja sama tersebut meningkat secara dramatis di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Angka terbaru menunjukkan bahwa perang yang dipaksakan sejauh ini telah membunuh lebih dari 12.000 orang Yaman dan melukai ribuan lainnya. Agresi Saudi ini juga merusak fasilitas umum dan infrastruktur negara tersebut, menghancurkan banyak rumah sakit, sekolah, dan pabrik.(**)

Komentar