oleh

Gandeng Australia, Jatim Tingkatkan Standarisasi Mutu Produk Industri Lokal

SURABAYA,INIKATA.com-Pemprov Jatim menggandeng Australia untuk peningkatan standarisasi mutu produk di Jatim. Kerjasama diharapkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan Jatim-Australia yang mengalami defisit. Kerjasama tersebut ditandai dengan adanya pertemuan antara Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Mr. Keith Pitt di Surabaya.

“Kami ingin produk Jatim sejak dari awal atau di on farm, proses, hingga jadi bisa sesuai dengan standar Australia. Sehingga bisa diterima oleh pasar Australia” kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Mr. Keith Pitt di Surabaya, Selasa (7/11).

Dikatakan pria yang mantan menteri PDT ini, Australia memiliki standar yang ketat terkait produk impor yang bisa masuk ke negara tersebut, sehingga produk yang bisa masuk pasar Australia sangat berkualitas. Karena itu, kerjasama standarisasi mutu produk menjadi langkah tepat agar produk Jatim bisa diterima pasar Australia.

“Kami siap mengikuti dan memenuhi standar Australia. Jika produk Jatim bisa masuk pasar Australia, ini berdampak positif pada neraca perdagangan Jatim yang masih defisit dengan Australia” katanya.

Sementara itu,Wakil Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Mr. Keith Pitt menyatakan siap untuk menindaklanjuti rencana kerjasama standarisasi mutu produk dengan Jatim. Menurutnya, Australia memiliki system standarisasi yang tinggi, setiap produk impor akan dilakukan riset pasar dan pengujian dengan seksama.

Dengan adanya kerjasama standarisasi mutu produk, diharapkan produk asal Jatim makin berkualitas sehingga bisa memenuhi standar di Australia. Keith juga menekankan pentingnya peningkatan teknik dan inovasi dalam pertanian agar produk semakin melimpah dan berkualitas.

“Jatim adalah pangsa pasar yang besar, dan banyak komoditi yang dibutuhkan oleh Australia. Kami harap kerjasama ini nantinya bisa lebih banyak lagi komoditi yang bisa kami impor dari Jatim” katanya.(**)

Komentar

Topik Terkait