oleh

Antisipasi Hakim Nakal, ACC Sulawesi Bentuk Tim Khusus Kawal Kasus Jen Tang

MAKASSAR, INIKATA.com – Anti Coruption Comitee (ACC) Sulawesi akan membentuk tim khusus pemantau sidang praperadilan yang di ajukan oleh Soedirjo Aliman alias Jen Tang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara, jika dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Kepala Badan Pekerja ACC Sulawesi, Abd Muthalib pengerahan Tim khusus pemantau ini, mengingat upaya praperadilan Jen Tang bisa di intervensi. Alasan sebelumnya, rapor hakim PN cukup buruk. Untuk mengantisipasi hal itu, diturunkanlah Tim khusus pemantau.

“Kami turunkan Tim dengan melakukan kordinasi terhadap tim komisi yudisial yang beberapa hari lalu hadir di Makassar dan meminta adanya pemantauan perilaku hakim,” ungkap Abd Thalib, Kepala Badan Pekerja ACC, Senin (13/11/2017).

Sejauh ini, upaya praperadilan Jen Tang sangat penting. Sebab, dalam praperadilan ini status tersangkanya bisa saja digugurkan. “Apalagi ada intervensi oleh pihak-pihak tertentu. Maka dari itu, ACC Sulawesi tidak mau kecolongan dan akan menuntunkan tim untuk pantau sidang,” ungkap Thalib.

Menurutnya, Rapor Hakim Pengadilan Negeri di Sulsel cukup buruk, dimana menurut catatan Komisi Yudisial, sepanjang Januari-Oktober tahun 2017, Komisi Yudisial menerima 55 laporan masyarakat terkait prilaku hakim nakal di Makassar dan 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan (Sulsel).

“55 laporan ini secara garis besar merupakan indikasi maraknya hakim bermain main dengan perkara perkara hukum, makanya kita pas tau Jentang ajukan praperadilan, langsung kaget, wah bahaya, ini kita harus pantau jalannya sidang kalau kalau Praperadilan ini dikabulkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Jen Tang mengajukan surat permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, lantaran ditetapkan sebagai tersangka.

Jen Tang ditetapjan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar, Rabu 1 November 2017 lalu.

Penetapan aktor ulung ini, merupakan pengusaha reklamasi pantai Makassar ditetapkan sebagai tersangka ke empat berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) dengan nomor print – 622/R.4/Fd.1/11/2017 tanggal 1 November 2017 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan Samuel Maringka.

Penetapan terhadap Jen Tang adalah hasil pengembangan dari hasil penyidikan serta fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan tiga terdakwa. Sebut saja, Rusdin dan Jayanti sebagai penggarap dan M Sabri sebagai fasilitator.

Dalam kasus ini Jen Tang yang beberapa kali lolos dari jerat pidana itu diduga turut serta dengan tiga terdakwa awal secara tanpa hak menguasai tanah negara di Buloa, dan dengan seolah-olah memiliki tanah tersebut sebelum akhirnya, tanah itu disewakan ke PT PP sebesar Rp 500 juta untuk kepentingan pembangunan proyek Makassar New Port (MNP).

Akibat tindakan melawan hukumnya, perbuatan pidana yang disangkakan terhadap tersangka adalah sebagaimana diatur dalam pasal 2 undang-undang nomor 31 tahun 1999 juncto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tantang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 3 atau pasal 4 undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (**)

Komentar

Topik Terkait