oleh

Kejati Sulselbar Antisipasi Jen Tang Mangkir, Rahasiakan Jadwal Panggilan Kedua

MAKASSAR, INIKATA.com – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) belum mengetahui kapan jadwal panggilan kedua terhadap tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara, Soedirjo Aliman alias Jen Tang.

“Belum ditahu informasinya dari penyidik kapan jadwal pasti pemanggilan kedua terhadap tersangka,” ujar Salahuddin, Kasi Penkum Kajati Sulselbar, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, informasi tersebut bersifat rahasia. Sebab, khawatir tersangka tak penuhi panggilan lagi. “Belum bisa di ekspos ke publik. Pasalnya, kalau terekspos, pasti tidak hadir lagi,” ungkap Salahuddin.

Hari ini, penyidik Kajati Sulselbar telah melakukan panggilan terhadap anak kandung Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Namun dalam panggilan tersebut, Joni Aliman merupakan anak Jen Tang tak hadir atau mangkir dalam panggilan.

Seperti diketahui, Jen Tang telah mengajukan surat permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Jen Tang ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus ini, pada tanggal 1 November 2017 lalu. Aktor ulung, Jen Tang merupakan pengusaha reklamasi pantai Makassar yang ditetapkan sebagai tersangka keempat berdasarkan surat perintah penyidik (Sprindik) dengan nomor print – 622/R.4/Fd.1/11/2017 tanggal 1 November 2017 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan Samuel Maringka.

Penetapan ini, ialah pengembangan dari hasil penyidikan serta fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan tuga terdakwa. Sebut saja, Rusdin dan Jayanti sebagai penggarap dan M Sabri adalah fasilitator.

Proses terjadinya penyewaan lahan negara ini difasilitasi oleh M. Sabri. Dimana, telah mempertemukan pihak penyewa PT Pelindo dan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan Rusdin dan Jayanti Ramli, pengelola tanah garapan.

Bukti keduanya ialah pengelola tanah garapan didasari surat keterangan tanah garapan register nomor 31/BL/IC/2003, diketahui oleh Lurah Buloa, Ambo Tuwo Rahman dan Camat Tallo, AU Gippying Lantara, nomor registrasi 88/07/IX/2003 untuk Rusdin. Sementara, Jayanti nomor registrasi 30/BL/IX/2003 saksi lurah dan camat nomor registrasi 87/07/IX/2003 dengan luas lahan 39.9 meter persegi.

Dalam kasus ini, Jen Tang beberapa kali lolos dari jerat pidana itu, diduga turut serta dengan ketiga terdakwa awal secara tanpa hak menguasai tanah negara di Buloa. Dimana, seolah-olag memiliki tanah tersebut sebelum akhirnya, tanah itu disewakan sebesar Rp500 juta untuk kepentingan Pembangan Proyek Makassar New Port (MNP).

Akibat tindakan melawan hukum, perbuatan pidana yang disangkakan terhadap tersangka ialah sebagaimana diatur dalam pasal 2 UU No.31 tahun 1999 juncto UU No.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipidkor) juncto pasal 55 ayat 1 dan pasal 3 atau pasal 4 UU No.8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Komentar

Topik Terkait