oleh

Kejati Sulselbar Kumpulkan Bukti Baru Kasus Dugaan Penyimpangan Dana APBD Sulbar 2016

MAKASSAR, INIKATA.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar kembali menurunkan tim penyidik ke Kabupaten, Mamuju, Sulbar. Alasannya, mengumpulkan bukti baru dalam kasus dugaan penyimpangan dana APBD Sulbar tahun anggaran 2016.

Kapala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan tim penyidik hari ini sudah berada di kabupaten Mamuju, Sulbar. “Hari ini sudah ada di Mamuju. Disana, sedang melakukan pemeriksaan terhadap Direktur perusahaan dan pelaksanaan proyek pekerjaan di Mamuju,” ujar Salahuddin, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, pemeriksaan para Direktur Perusahan dan rekanannya sudah berjalan sejak satu mingu terakhir. “Sebelumnya, tim penyidik juga telah memeriksan para rekanan dan Direktur Proyek di Polewali Mandar,” terangnya

Pemeriksaan ini berlangsung selama empat hari. Penyidik sengaja melakukan pemeriksaan di Sulbar, lantaran mengaktifkan kerja penyidik, agar segera dirampungkan.

Disamping itu, memudahkan kinerja penyidik dalam pemanggilan para saksi untuk diperiksa kasus tersebut. “Tak menuntut kemungkinan, kita berangkat ke Mamasa dan Mamuju Utara,” jelasnya.

Penyidik kejaksaan saat ini sedang fokus pada perkara empat tersangka, agar tahun ini kasus tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan.

Keempat tersangka tersebut, Andi Mappangara, Ketua DPRD Sulbar dan tiga wakil, yakni Hamzah Hapati Hasan, Harun dan Munandar Wijaya telah diperiksa sebagai tersangka.

Adapun alasan Kejati belum menahan para unsur pimpinan DPRD Sulbar karena dinilai masih kooperatif mengikuti setiap proses pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan. “Sampai hari ini kita pandang mereka masih kooperatif. Tapi itu kita kembali serahkan ke penyidik,” tegasnya.

Penanganan kasus korupsi APBD Sulbar tidak sampai pada empat tersangka. Sebab, sementara Kejati baru menemukan unsur penyimpanan penggunaan anggaran APBD sebesar Rp360 miliar ditiga Satuan Kerja Perangkat Daerah. (**)

Komentar

Topik Terkait