oleh

Langgar Pasal SARA, Fendi Si Penyebar Hoax Bakal Dijerat 6 Tahun Penjara

MAKASSAR, INIKATA.com – Setiap orang dengan sengaja menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan antar individu dan kelompok masyarakat tertentu. Tujuannya, ingin menjatuhkan atau merusak citra instansi atau lembaga bersangkutan.

Hal itu dilakukan oleh salah seorang warga yang berdomisili Provinsi Bali, Iwan Alek Efendi alias Fendi Bin Ramimin (30). Fendi telah mengunggah video provokatif atau informasi palsu yang diduga untuk menyesatkan serta menggiring opini negatif. Kemudian disebar luaskan hingga viral.

Tindakannya tersebut berdampak terhadap rusaknya citra salah satu universitas di kota Makassar serta kegiatan Operasi Zebra yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan atas Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), sesuai Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Warga Jalan Nusakambangan, Kecamatan Denpasar, Bali ini bakal disangkakan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda paling banyak senilai Rp 1 miliar.

“Perbuatan pelaku merupakan bentuk provokasi dan menyebarkan berita palsu kepada orang lain,” ujar Muktiono, Kapolda Sulsel, Minggu (26/11/2017).

Muktiono menjelaskan bahwa pelaku telah memposting video pembakaran motor anggota kepolisian di depan kampus salah satu universitas yang berada di Jalan Alauddin, Kota Makassar.

Video tersebut diberikan keterangan gambar “Akibat Operasi Zebra” pada media sosial facebook yang diunggah oleh akun Facebook milik Fendi pada 5 November 2017 lalu.

“Video telah di posting di sosmed, Facebook. Video kejadiannya pada tahun 2016 lalu, dan bukanlah video kerusuhan akibat Operasi Zebra 2017,” tukasnya.

Menurutnya, video yang diunggah Fendi menjadi viral. Sehingga Fendi diduga menyesatkan pengguna sosmed di seluruh Indonesia. Hal itupun dinilai berdampak buruk terhadap citra salah satu universitas di Kota Makassar tersebut maupun Operasi Zebra yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Video tersebut sudah ditayangkan sebanyak 7,3 juta kali. Dan, mendapatkan komentar 11 ribu like dan emoticon 57 ribu serta 100,600 kali dibagikan oleh pengguna sosmed,” ungkapnya.

Sebelumnya, Fendi diringkus oleh Tim Unit Cybercrime Dir Reskrimsus Polda Sulsel di salah satu rumah makan cepat saji di Kota Denpasar, Bali, Jumat (24/11/2017) lalu sekitar pukul 11.50 WITA. (**)

Komentar

Topik Terkait