oleh

Sekda Barru Disinyalir Dampingi Suardi Saleh

BARRU, INIKATA.com – Pasca diresmikannya Baruga Rumah Jabatan Wakil Bupati Barru beberapa pekan lalu, muncul berbagai polemik persepsi di kalangan masyarakat Kabupaten Barru.

Pada saat itu, Bupati Barru mengeluarkan pernyataan jika pemberian nama Baruga kelak, Sekretaris Daerah Barru Ir.H.Nasaruddin, M.Si dipercaya memberikan nama Baruga tersebut.

Bupati Barru, Ir.H.Suadi Saleh,M.Si kala meresmikan Baruga mewah Rujab Wakil Bupati yang dirangkaikan peringatan Ulang Tahunnya ke 61 sempat mengatakan hal itu.

“Nama Baruga ini nantinya saya percayakan kepada Pak H.Nasaruddin selaku Sekda Barru yang memberi nama” ucap Suardi Saleh Pekan lalu, Minggu lalu (3/12/2017) di Rujab Wakil Bupati Barru.

Pernyataan inilah yang menyebabkan banyak masyarakat menebak ada kemungkinan maksud Bupati Barru Suardi Saleh menginginkan Nasaruddin selaku Sekda Barru digadang untuk menjadi Wakil Bupati Barru mendatang.

“Saya menilai, pernyataan Bupati Suardi Saleh penuh dengan isyarat kemungkinan Nasaruddin yang menjadi pilihannya”Ujar salah seorang Tokoh Politik Barru yang belum bersedia namanya disebut, Rabu (6/12/2017) di Kota Barru.

Sementara mantan anggota DPRD periode 2010-2015 dari Fraksi PKS M.Bahri menimpali “Untuk mencalonkan diri sebagai wakil bupati saya rasa semua org bisa, Lengkap dengan embel embel promosi dari jaringan yg kita bentuk dibumbui dengan testimoni yg menggebu gebu tapi, urgensinya bukan disitu, ada hal yang harus jadi pertimbangan” terang Bahri kepada INIKATA.com di Barru, Rabu (6/12/2017).

“Yang kita urusi adalah masyarakat heterogen yang masing masing kepala berbeda pemahaman karena latar belakang pendidikan, sosial, umur, ekonomi, lingkungan, budaya yang tidak sama,”

“Dan tentu ini bukan perkara mudah jika kita hanya terbiasa dengan satu komunitas saja, Kita harus piawai meramu untuk menciptakan suasana yg kondusif, Bukan hanya dituntut untuk dewasa dalam usia akan tetapi juga harus matang dalam politik, bertindak dan bertutur serta dewasa dalam menyikapi gejolak dan permasalahan dalam roda pemerintahan” terang M. Bahri.

“Intinya kata Politisi PKS wilayah III ini, Wakil Bupati adalah ibarat sebuah pesawat, co-pilot yang mendampingi pilot menerbangkan pesawat untuk mengantar penumpang sampai tujuan dengan selamat, sejahtera, Meskipun segala kondisi telah terukur sebelumnya, namun tidak menutup kemungkinan akan menghadapi *anomali* ditengah penerbangan, nah pada saat itulah sinergitas pilot dan co-pilot diuji,” tutup M.Bahri. (**)

Komentar

Topik Terkait