oleh

ACC Nilai Kinerja Kajari Maros Buruk

MAROS, INIKATA.com– Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, menyoroti buruknya kinerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Maros, Eko Suwarni dalam pemberentasan korupsi. Pasalanya selama menjabat, tidak satupun kasus korupsi yang diungkapnya.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Direktur ACC, Abdul Kadir saat ditemui, Senin (11/12/2017). Menurutnya, pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejari Maros cukup memuaskan, namun belakang malah mengecewakan.

“Dari catatan kami, sejak Kajari baru, tidak satupun kasus korupsi yang diungkap. Dua kasus yang ditangani saat ini, semua warisan dari Kajari lama. Tentunya ini tidak bagus,” katanya.

Kejari sejauh ini, kata dia, terlalu fokus ke program pencegahan yang tidak bisa diukur sukses tidaknya. Padahal, tugas utama Kejaksaan adalah penuntutan.

“Tugas utama jaksa itu adalah penuntutan. Jadi jangan mengerjakan yang bukan utama. Makanya pengungkapan kasus korupsi di Maros jalan di tempat,” lanjutnya.

Kadir melanjutkan, ada beberapa kasus dugaan korupsi yang selama ini terkuak ke masyakat namun tidak digubris oleh pihak kejaksaan. Diantaranya, dugaan korupsi menara masjid Almarkaz dan jembatan Tanah Didi di Tanralili.

“Andaikan yang terkuak ke publik itu tidak ada, bisa saja Kejari Maros berdalih. Tapi inikan masih menimbulkan tanda tanya di Masyarakat. Kok malah sibuk urus TP4D dan kegiatan lain,” keluhnya.

Sebelumnya, Kejari Maros, Eko Suwarni membeberkan dua kasus korupsi yang sementara ini ditangani oleh pihaknya. Selain kasus penerbitan sertifikat hutan negara, Kejari juga menangani penyalahgunaan anggaran Koperasi.

“Kasus hutan Arra sudah masuk ke tahap penuntutan di Tipikor, kalau yang Koperasi masih dalam penyelidikan,” ungkap Eko, usai menggelar jalan santai di Hari Anti Korupsi.

Diketahui, kasus sertifikasi hutan Arra ini, pihak Kejari sudah menetapkan dua orang tersangka, masing-masing, Kepala Desa Tompobulu, Hayaruddun dan Kepala Seksi Pengukuran tanah BPN Maros, Nur Salam. Sementara untuk kasus dugaan korupsi dana koperasi, kerugian negara ditaksir mencapai Rp4,8 miliar.(**)

Komentar

Topik Terkait