oleh

Di Malam Misa Natal, Paus Fransiskus Berbicara Soal Muslim Rohingya & Konflik Timteng

INIKATA.com– Paus Fransiskus meminta dunia agar tidak mengabaikan nasib jutaan pengungsi yang “diusir dari tanah mereka”, pada misa malam Natal, Minggu (24/12/2017) waktu setempat.

Dihadapan para jemaat yang jumlahnya sekitar 10.000 orang di Basilika Santo Petrus, di Kota Vatikan, kepala Gereja Katolik Roma itu membandingkan pengungsi dengan Maria dan Yusuf, yang harus melakukan perjalanan dari kota Nazaret ke Betlehem namun tidak menemukan tempat untuk dikunjungi. tinggal.

“Begitu banyak jejak lain yang tersembunyi dalam jejak Yusuf dan Maria,” katanya seperti dilansir presstv. “Kami melihat jejak seluruh keluarga dipaksa berangkat hari ini. Kami melihat jejak jutaan orang yang tidak memilih untuk pergi tapi diusir dari tanah mereka, meninggalkan yang tersayang,” lanjutnya.

Paus mengatakan banyak pengungsi, yang jumlahnya 22 juta di seluruh dunia, dipaksa melarikan diri dari pemimpin yang zalim yang menumpahkan darah orang yang tidak berdosa.

Francis menarik sejajar antara cerita alkitab dan perkembangan di dunia saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah (Timteng) dan Afrika Utara, perdagangan manusia, kampanye pembersihan etnis yang di Myanmar terhadap Muslim Rohingya dan larangan perjalanan AS untuk orang-orang Muslim.

Paus asal Argentina yang berusia 81 tahun ini lahir dari imigran Italia, dan telah berbicara soal warga pengungsi yang terusi dari Negara meraka sejak dia terpilih pada tahun 2013 lalu.

Selain itu, beberapa minggu yang lalu, Paus Francis menghabiskan enam hari di Myanmar dan negara tetangga Bangladesh untuk menangani penderitaan Muslim Rohingya.

Di Bangladesh, dia mengalami pertemuan emosional dengan para pengungsi Muslim, di mana dia meminta pengampunan dari para pengungsi Myanmar atas semua rasa sakit dan ketidakpedulian yang mereka alami.

Hampir 870.000 Muslim Rohingya sejauh ini terpaksa melarikan diri dari tindakan militer Myanmar ke Bangladesh.(**)

Komentar