oleh

BPS Sulsel Sebut Indeks Paling Tinggi Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Ada di Desa

MAKASSAR, INIKATA.com – Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan presentase penduduk miskin. Akan tetapi ada hal lain yang perlu diperhatikan yakni tingkat kedalaman dan keparahannya.

Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam mengatakan, selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman.

“Ukuran rerata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan,” ujar Nursam, Rabu (3/1/2018).

Sementara tingkat keparahan, kata dia, ialah ukuran ketimpangan pengeluaran diantara pendduduk miskin dari kemiskinan.

Pada periode September 2016 – Septembee 2017, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan (P2) menunjukkan kecenderungan yang naik.

“Indeks kedalaman kemiskinan mengalami kenaikan 0 dari 1,53 pada keadaan September 2016 menjadi 1,92 pada keadaan September 2017. Demikian juga, untuk indeks keparahan kemiskinan meningkat 0,38 persen di September 2016, menjadi 0,51 di bulan September 2017 (mtm),” rincinya.

Angka ini mengindikasikan bahwa rerata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin menjauhi garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin bertambah.

Nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan (P2) di daerah pedesaan jauh lebih tinggi daripada daerah perkotaan.

“Pada bulan September 2017, nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) untuk perkotaan 0,83 persen. Sementara, pedesaan capai 2,65 persen. Untuk indeks keparahan (P2), perkotaan 0,29, sedangkan perdesaan capai 0,72 persen,” ungkapnya. (**)

Komentar

Topik Terkait