oleh

Sambangi Kemendag, DPRD Jatim Tanyakan Kedatangan Garam Import di Jatim

SURABAYA, INIKATA.com – Komisi B DPRD Jatim akan segera ke Jakarta untuk mempertanyakan ke Kementerian Perdagangan terkait kedatangan 26 ribu ton garam Madura yang ada di Zamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Tak hanya itu, komisi yang membidangi perekonomian tersebut juga akan mempertanyakan alasan keluarnya perizinan import untuk PT Mitra Tunggal Swakarsa.

“Kami akan pertanyakan itu, padahal PT tersebut baru berdiri dan langsung sudah mendapat ijin import,”ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim, Noer Soetjipto, di Surabaya, Sabtu (3/2/2018).

Politisi asal Trenggalek ini mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah tak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tentunya akan merugikan petani di daerah.

“Jangan seharusnya langsung main import tanpa ada koordinasi dengan daerah. Kami berharap kebijakan – kebijakan yang tak populis bagi masyarakat di daerah jangan dikeluarkan. Kasus garam import ini sangat merugikan petani garam khususnya di Madura,” jelasnya.

Diungkapkan politisi asal Partai Gerindra, kedatangan komisi B DPRD Jatim di Kemendag adalah untuk mengetahui sejauh mana kebutuhan garam di Indonesia, khususnya di Jatim.

“Kami ingin tahu seberapa pentingnya atau seberapa langkanya garam di Indonesia sampai-sampai harus mendatangkan garam import. Padahal saat ini di Jatim sudah mencapai swasembada garam. Ini yang kami pertanyakan,” ungkapnya.

Sekedar diketahui,Komisi B DPRD Jatim bersama Aliansi Petani Garam Madura dua hari lalu berhasil menemukan bongkar muat 26 ribu ton garam import di pelabuhan tanjung Perak Surabaya.

Dari manives yang ada diketahui bahwa garam import tersebut berasal dari Australia dengan pengirim SHARK BAY SALT PTY LTD dengan pengorder PT Mitra Tunggal Swakarsa dengan tujuan Dusun Ambat Kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan Jatim. (**)

Komentar