oleh

Polres Gowa Tak Becus Tangani Kasus Penembakan Syamsul Alam

MAKASSAR, INIKATA.com – Puluhan massa yang mengatas namakan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Hukum dan Ham menilai Propam Polres Gowa tak becus dalam penanganan kasus penembakan terhadap Syamsul Alam beberapa waktu lalu, Senin (5/2/2018).

Bimbim selaku koordinator mengatakan, pihaknya menuntut keadilan, dimana pihak Propam Polres Gowa belum memberikan kejelasan terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum Polri Polres Gowa terhadap Syamsul Alam (16) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurutnya, laporan yang dilayangkan oleh Syamsibar (orang tua korban) kepada pihak Propam Polres Gowa pada tanggal 10 Desember 2017 lalu, sengaja ditutupi sehingga sampai saat ini belum menemukan titik terang.

“Laporan pak Syamsibar selaku orang tua korban kepada Propam Polres Gowa pada tanggal 10 Desember 2017 lalu, sampai saat ini juga belum mendapat kejelasan terkait kelalaian aparat yang melakukan penembakan sehingga korban Syamsul Alam meninggal dunia,” ujar Bimbim.

Bimbim juga menambahkan, dalam hal tersebut para massa aksi juga meminta Kapolda Sulsel untuk dapat mencopot Jabatan Kapolres Gowa yang dinilai tidak dapat menyelesaikan kasus penembakan yang dinilai sebagai tindak pembunuhan yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Sektor Bajeng Resort Gowa.

“Mendesak Kapolda Sulsel untuk mencopot Jabatan Kapolres Gowa yang tidak bisa menyelesaikan kasus penembakan yang dinilai tindak pembunuhan terhadap almarhum Syamsul Alam yang dilakukan aparat kepolisian sektor Bajeng,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban Syamsul Alam (16) meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Andi Mapoddang Makassar, Jumat (8/12/2017) lalu, setelah diduga dihujani peluru oleh aparat kepolisian Sektor Bajeng Resort Gowa. (**)

Komentar

Topik Terkait