oleh

Hanya Karena Kesal, Pria Ini Nekat Bunuh Pacar Kakaknya

INIKATA.com – Arda Fransiskus harus duduk di kursi pesakitan dan dituntut hukuman selama 20 tahun penjara. Hal itu dikarenakan, Ia melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap pacar kakaknya.

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam amar tuntutannya di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Selasa (6/2). JPU menjerat terdakwa Arda Fransiskus dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

“Terdakwa dinilai bersalah dan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan dituntut hukuman selama dua puluh tahun penjara,” tegas JPU Irna di hadapan Majelis Hakim.

Terhadap tuntutan tersebut, penasehat hukum terdakwa, Jonifer akan mengajukan pledoi tertulis. “Mohon beri waktu seminggu untuk menyiapkannya majelis,” kata pengacara terdakwa.

Atas permintaan tersebut, majelis hakim akhirnya menunda sidang kasus pembunuhan tersebut pekan depan.

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban M Khairudin Syah yang merupakan pacar kakak korban pada tahun 2016 lalu. Terdakwa kesal kakaknya dipermainkan oleh korban.

Hal itu pun memicu terdakwa ingin bertemu dengan korban. Persitiwa berawal pada tanggal 24 Mei 2016. Saat itu, korban mengajak adik terdakwa yang bernama Yosep Josbela Situmorang menemui kakak terdakwa untuk meminta maaf.

Setelah itu, korban dan Yosep bertemu dengan Yohanes (kakak perempuan terdakwa) yang tengah berada di Pos Pemuda Pasir Parupuk Tabing, Kota Padang.

Saat korban dan Yohanes sedang berbicara, terdakwa melintas bersama rekannya Kala dan Toeng (DPO). Melihat kakaknya bersama korban, terdakwa pun langsung menghentikan sepeda motornya.

Kala dan Toeng turun dari sepeda motor dan memanggil korban. Sementara, terdakwa tetap menunggu di sepeda motor. Korban pun keluar dari pos, sampai di luar pos, tanpa basa-basi Kala dan Toeng memukul perut dan kepala korban berulang kali.

Kakak perempuan terdakwa langsung keluar dan melerai perkelahian. Yohannes melindungi korban dengan cara memeluk tubuh korban dari pukulan Kala dan Toeng.

Melihat kakaknya melindungi korban, terdakwa justru teringat permasalahan kakaknya dengan korban. Tersulut amarah, terdakwa turun dari sepeda motornya dan memaki korban karena tindakannya yang telah mempermainkan kakaknya.

Ia pun mengambil sebilah pisau yang telah disiapkannya. Tanpa basa basi, terdakwa langsung menikam korban dibagian punggung sebelah kanan. Terdakwa pun kabur dengan membiarkan pisau tersebut tertancap di punggung korban.

Sementara itu, Kala, Toeng serta Yohanes turut ketakutan. Ketiganyapun melarikan diri dan meninggalkan korban dalam kondisi tergeletak berlumuran darah. Korban pun tewas di tempat kejadian perkara.(JawaPos/Inikata)

Komentar

Topik Terkait