oleh

Palsukan Tanda Tangan Perusahaan, Bule Asal Norwegia Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

INIKATA.com – Morten Innhaug, pelaku pemalsu tanda tangan peralihan saham PT Bahari Lines Indonesia duduk di kursi pesakitan. Saat disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, warga negara Norwegia itu didakwa oleh melakukan pemalsuan sebagaimana diatur dalam Pasal 263, 266, 372 KUHP.

Dengan dakwaan tiga pasal itu, WN Norwegia yang sempat melarikan diri keluar negeri itu terancam hukuman lima tahun kurungan penjara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara Rezki Diniarti mengatakan, Morten didakwa melakukan tindak pidana Pemalsuan, menempatkan keterangan palsu dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263, 266, 372 KUHP.

Perbuatan terdakwa secara bersama-sama memalsukan dan menggunakan surat palsu untuk mengambil alih saham perusahaan milik korban di PT Bahari Lines Indonesia, kemudian mengangkat Gabrila sebagai komisaris yang kini statusnya sudah menjadi tersangka.

Peralihan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan korban,Yanti Sudarno. “Diduga tanda tangan korban dipalsukan dan telah di Labkrim, hasil pemeriksaan labkrim non identik,” jelasnya dalam persidangan dugaan kasus pemalsuan tanda tangan kepemilikan saham PT Bahari Lines Indonesia (BLI) digelar di PN Jakarta Utara pada Rabu (28/2).

JPU juga menyampaikan sejumlah alat bukti yakni surat keputusan sirkulir dari pemegang saham pengganti RUPS, surat perjanjian pengikat jual beli saham, rekening koran, dan berbagai barang bukti lainnya.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari laporan dari Yanti Sudarno. Dalam laporan Polisi Nomor: 1931/K/IV/2016/PMJ/Dirreskrimum, tanggal 21 April 2016. Tersangka diduga secara bersama-sama memalsukan dan menggunakan surat palsu untuk mengambil alih saham perusahaan milik korban yakni Yanti Sudarno di PT Bahari Lines Indonesia.

Kemudian tersangka mengangkat orang lain Gabrila sebagai komisaris. Peralihan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan korban. Diduga tanda tangan korban dipalsukan dan telah di Labkrim, Hasil pemeriksaan labkrim non identik. Pelapor juga menyampaikan tidak pernah menandatangani surat peralihan itu. Berdasarkan bukti-bukti dan saksi lantas kami menetapkan Morten dan istrinya Gabriel sebagai tersangka.

(Jawa Pos/Inikata)

Komentar

Topik Terkait