oleh

Jatuh Sakit, Warga Bajoe Keluhkan Kerumunan Lalat

WATAMPONE, INIKATA.com – Kandang ayam petelur yang berada di tengah-tengah pemukiman warga di jalan Bandeng, Kelurahan Bajeo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone dikeluhkan keberadaannya.

Hal tersebut dikeluhkan oleh salah seorang warga Bajoe, Tahir (31) mengatakan, kandang ayam yang terbilang luas tersebut menimbulkan bau busuk serta ribuan lalat yang menyerang pemukiman warga. Parahnya lagi, kondisi ini mengakibatkan kesehatan warga terganggu.

Wali Kota Dani Fatma

“Ibu saya mencret karena lalat-lalat ini. Istri dan anakku pun sama, makanya dia pulang tinggal ke kampung. Saya baru-baru ini juga begitu (mencret),” keluh Tahir, Selasa (13/03/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh warga yang rumahnya tak jauh dari kandang tersebut, Rahmah mengatakan bahwa sejak adanya kandang ayam ini aktivitasnya terganggu.

“Kami hidup seperti bangkai yang selalu dikerumuni lalat. Tidur pun jadi terganggu karena lalat-lalat ini, Baunya yang busuk membuat kami ingin muntah,” imbuhnya.

Lurah Bajoe, Rahayu yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah sering mendapat keluhan warga terkait kandang ayam tersebut. Ia pun telah menyampaikan hal ini ke Camat Tanete Riattang Timur untuk ditindaklanjuti.

“Saya sudah bersurat ke camat soal itu, lengkap dengan memberikan foto-foto kandang ayam tersebut,” sebutnya.

Rahayu juga menjelaskan bahwa pihak kecamatan akan bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone guna menindaki peternakan yang diketahui tak mengantongi izin tersebut.

Dalam masalah ini, diakui Rahayu, pihaknya sudah sering memberi peringatan kepada si pemilik usaha. Namun, tidak diindahkan. Bahkan, pemilik usaha itu pun terkesan tidak kooperatif.

“Kandang ayam itu sudah ada sekitar 5 bulanan. Dulu pemiliknya pernah diundang untuk membahas masalah ini, yang dihadiri juga Babinsa dan Bhabinkantibmas, tapi dia tidak datang,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pemerintah tak akan tinggal diam atas keluhan ini. Terlebih, pemerintah juga sebelumnya telah mengultimatum si pemilik usaha untuk membongkar kandang ayamnya itu, sampai batas waktu dua bulan.

“Dan ini sudah lewat 2 bulan. Jadi bukan peringatan lagi yang akan diberikan, tapi langsung eksekusi,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait