oleh

ACC Sebut Pembangunan Jembatan Damma Sarat Penyimpangan

MAROS, INIKATA.com – Anti Corruption Coumittee (ACC) Sulawesi Selatan, meminta Kejaksaan ataupun Kepolisian untuk segera mengusut penggunaan dana desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompo Bulu, Maros yang diduga telah disalahgunakan dalam pembangunan jembatan di dusun Damma.

Jembatan yang tidak rampung itu telah membuat warga dan siswa selama in,i menantang maut setiap kali melewati sungai yang memang menjadi akses satu-satunya bagi mereka untuk berinteraksi dengan dunia luar.

Hal itu dikatakan oleh wakil direktur ACC, Abdul Kadir. Menurutnya, jembatan yang dibangun menggunakan anggaran dana desa mulai tahun 2015 itu dikategorikan mangkrak. Betapa tidak, dana Rp 332 juta itu seharusnya sudah rampung, namun belum juga selesai.

“Penganggarannya kan seharusnya sudah selesai, tapi malah mandek. Itu jelas proyek mangkrak namanya. Makanya penegak hukum baik Kejaksaan maupun Polisi wajib turun memeriksanya, karena sudah ada indikasi yang jelas,” katanya, Kamis (12/4/2018).

Lebih lanjut, Kadir juga menuding pihak Inspektorat Maros dan tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) tidak bekerja maksimal. Faktanya, tidak ada fakta temuan apapun terkait penggunaan dana desa di Bonto Matinggi itu.

“Jadi pertanyaanlah. Selama ini kinerja inspektorat terhadap pengawasan penggunaan anggaran negara. Apalagi juga ada tim TP4D Kejaksaan yang selama ini mengawal aparat pemerintah. Selama ini tidak ada temuan,” terangnya.

Tak hanya itu, ACC juga menyoroti proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Murenbang) yang digelar oleh Pemerintah. Menurutnya, fakta menyedihkan yang terjadi di Dusun Damma merupajan bukti, jika Musrenbang hanya sebatas formalitas saja.

“Kondisi di sana kan sudah di bahas di Musrenbang. Tapi malah tidak diindahkan. Berarti memang Musrenbang hanya sebatas formalitas saja. Kok bisa yang sifatnya mendesak malah terlewatkan,” paparnya.

Sayangnya, Kepala Inspektorat Maros, Baharuddin tak memberikan komentar apapun terkait ada atau tidaknya temuan penggunaan dana desa Bonto Matinggi di tahun 2015 terkait pembangunan jembatan gantung itu. (**)

Komentar

Topik Terkait