oleh

Kader PPP Hijrah ke PBB, Ini Kata Arsul

INIKATA.com — Sekretaris Jendral (Sekjend) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani akhirnya angkat bicara terkait keputusan kader PPP Khittah yang hijrah ke Partai Bulan Bintang (PPP) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Arsul mengakui partai besutan Romahurmuziy ini menghormati setiap keputusan yang diambil oleh para kader. Buat Arsul, kepindahan kader PPP ke partai lain bukanlah kesalahan pengurus, karena pihaknya sudah menawarkan kepada para kader-kader tersebut untuk masuk sebagai pengurus partai dalam membesarkan partai berlambang Ka’bah ini ke depan.

“PPP hormati hak setiap orang untuk pindah partai, termasuk orang-orang yang sebelumnya merupakan kader PPP. Bagi kami yang menjadi pengurus, yang penting kewajiban untuk menawarkan kepada mantan kader tersebut untuk masuk ikut mengurus dan membesarkan PPP telah kami lakukan, baik dengan komunikasi langsung maupun komunikasi via tokoh-tokoh senior PPP lainnya,” Arsul lewat pesan singkatnya di WhatsApp, Selasa (17/4).

Buat Arsul, keputusan mereka (kader PPP-red) hijrah ke partai lain bukanlah yang luar biasa, karena hal serupa juga terjadi di partai lain selain PPP. “Kami yang di PPP memandang kepindahan mereka yang pernah jadi kader PPP adalah bukan hal yang luar biasa, karena hal yang sama juga terjadi pada banyak partai politik lainnya,” ucap Arsul.

Dikatakan politisi asal Jawa Tengah ini, alasan kepindahan kader-kader tersebut ke partai lain semata-mata untuk menarik simpati, dan juga menginginkan pendukung PPP ikut berpindah ke partai baru mereka.

“Soal alasan-alasan yang mereka sampaikan, ya bagi kamikan sekedar biar menarik simpati saja. Mereka kan politisi, jadi kalau melakukan move, perlu alasan yang diperkirakan akan menarik perhatian,” jelasnya.

“Kami hanya ingin menyarankan siapa saja agar tidak terjangkit penyakit psikologis “waham kebesaran”, yakni merasa mampu membawa jutaan pemilih PPP ikut ke Parpol barunya, apakah itu ke PBB atau yang lainnya,” tambahnya.

Diketahui, bukan hanya kader PPP yang memilih hengkang ke PBB, tapi beberapa kader Partai Amanat Nasional (PAN) juga ikut hijrah dan bergabung dengan partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu. (Inikata/Fajar Group)

Komentar

Topik Terkait