oleh

Kisah Pilu Siswi SMA Dihajar Teman Sendiri Hingga Berdarah Usai Rebutan Cowok

MAKASSAR, INIKATA.com – Seorang siswi SMA di Kota Makassar, berinisial NR (16) mengaku, jadi korban penganiayaan oleh temanya sendiri usai rebutan cowok.

Dari cerita korban (NR), kejadian memilukan itu bermula saat dirinya pacaran dengan pria bernama Taufiq. Hubungan asmara yang tadinya mereka jalani dengan baik-baik saja, menjadi hancur seketika saat orang ketiga hadir yakni LS yang merupakan teman akrab korban sendiri.

Kala itu, korban yang masih berpacaran dengan Taufiq mengeluarkan kata-kata kasar kepada LS, saat mengetahui pacarnya juga telah menjalin kedekatan dengan pelaku.

“Gara- ini laki-laki kan dulu pernahka pacaran tapi ini Taufiq, tapi dia suka juga sama ini cewe. Jadi saya kata-katai,” kata NR saat ditemui di Warkop Siama, Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Senin (14/5/2018).

Korban pun mengaku, sempat kembali baikan dengan pelaku usai meminta maaf terkait kata-kata yang sempat ia lontarkan kepada LS. Permasalahan 1 tahun lalu yang dianggap korban telah selesai ternyata kembali terungkit saat pelaku dihasut oleh Taufiq dan rekan pelaku yaitu, Iin.

“Sempatja berteman lagi, tapi LS dihasut sama pacarnya dan Iin, dia bilang pukulmi dulu baru selesai,” tambahnya.

Sukses menghasut pelaku, Iin pun menjemput korban menggunakan sepeda motor. Korban yang tak mengetahui bahwa masalah itu akan kembali dibahas dibawa ke belakang rumahnya, Jalan Sabutung Paotere Kota Makassar, pada Kamis 3 Mei 2018, sekira pukul 16.30 wita lalu.

“Datangki di rumah jadi ikutka, nabawa ke Pelabuhan Potere tapi banyak orang jadi tidak disitu. Baru dia bawa ke tempat kosong belakang rumah,” paparnya.

Di tempat itu korban dianiaya pelaku dengan cara dipukul, tampar dan tendang usai bercerita dengan rekan LS yang berjumlah tiga orang yaitu Erna, Fitri, dan Iin.

Ironisnya kejadian itu sengaja direkam oleh Iin sambil tertawa ketika melihat korban dianiaya.

Korban yang dianiaya tak memberikan perlawanan sedikit pun lantaran diancam akan dikeroyok oleh rekan pelaku saat melawan. “temanya ancamka Dini sama Maya, dia bilang akan ikut memukul kalau kupukul balik LS,” terangnya.

Aksi penganiayaan itu berakhir ketika korban telah berteriak sakit dan mengalami luka benjolan pada kepala, cakaran dan pendarahan pada bagian pipi.

“Seandainya tidak berdarahka masih memukul tapi naliat mukaku sudah berdarah jadi berhenti,” urai NR sambil menunjukkan bekas luka pada pipinya.

Oleh sebab itu, dirinya yang merasa keberatan atas tindak pelaku melaporkan kejadian itu ke Polres Pelabuhan, Jalan Ujung Pandang Kota Makassar pada 13 Mei 2018 untuk dapat ditindak lanjuti. (**)

Komentar