oleh

Targetkan PBB Rp346 Miliar, Walikota Semarang Luncurkan e-SPOP

SEMARANG, INIKATA.com – Usai membuka Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2018 Walikota Semarang Hendrar Prihadi meluncurkan aplikasi e-SPOP atau surat pemberitahuan obyek pajak online di Balai Kota Semarang, Senin (14/5).

Aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan wajib pajak dalam mengajukan permohonan perubahan PBB tanpa perlu datang ke Pos PBB di wilayah bersangkutan.

Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu menyampaikan, bahwa wajib pajak sebelumnya harus datang ke kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengisi formulir permohonan baru atau mengubah data.

Tak jarang pemohon harus kembali lagi ke rumah untuk memenuhi syarat-syarat seperti sertifikat bangunan, gambar, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lain-lain.

“Namun kali ini Bapenda menyediakan fasilitas formulir online yang dapat diisi dan dicetak sendiri di rumah, beserta syarat-syarat yang harus dipenuhi sehingga ketika datang pemohon sudah membawa berkas lengkap untuk langsung diproses. Pemohon hanya cukup membuka alamat website www.bapenda.semarangkota.go.id dan melakukan login facebook atau email,” katanya.

Dalam kesempatan itu Walikota Hendi juga mengajak seluruh warga Kota Semarang untuk membayar PBB tepat waktu. Wajib pajak yang melunasi pajaknya sebelum 30 September 2018 berkesempatan mengikuti undian berhadiah satu unit rumah.

Menurut orang nomor satu di Kota Semarang tersebut, pajak penting bagi pembangunan. “Pembangunan Kota Semarang membutuhkan anggaran yang besar dari sektor Pajak. Sehingga melalui pekan panutan pembayaran PBB ini dapat mendorong warga Kota Semarang untuk bersama-sama membayar pajak tepat waktu agar pembangunan dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan,” tandasnya.

Ia berpendapat bahwa pajak adalah sebuah kata yang tidak bisa didefinisikan secara jelas. ‘Pajak’ tidak dapat dihitung oleh seorang matematikawan, melainkan hanya dapat dipahami oleh seorang filsuf.

“Coba panjenengan hitung berapa pajak yang panjenengan bayarkan kepada Pemerintah Kota Semarang dalam setahun. Bandingkan dengan apa yang panjenengan dapatkan dari Pemerintah Kota Semarang. Hasilnya akan sangat subyektif. Pajak itu bukan soal hitung-hitungan, melainkan rasa kecintaan, kerelaan, dan partisipasi kepada negara dan wilayah yang ia tinggali,” tambahnya.

Keberadaan aplikasi e-retribusi dianggap cukup signifikan membantu wajib pajak. Selain pembayaran pajak menjadi lebih mudah, aplikasi itu mengurangi tatap muka antara wajib pajak dan petugas. Hal itu mengurangi kemungkinan terjadinya pungli. Pemerintah Kota Semarang berharap adanya e-retribusi bakal mendongkrak pendapatan dari sektor pajak.

Sementara itu Kepala Bapenda Kota Semarang, A Yudi Mardiana, mengatakan target PBB Kota Semarang pada 2018 sebesar Rp346 miliar. Dari target tersebut, hingga Mei 2018, pajak yang terkumpul Rp 58,5 miliar atau 16,88 persen dari target yang sudah ditetapkan. Pada periode yang sama tahun lalu, PBB yang masuk ke Bapenda Kota Semarang sebesar Rp 75,5 miliar atau 22,88 persen.

“Rendahnya capaian PBB Mei tahun ini menjadi PR kita bersama. Untuk itu, melalui Pekan Panutan Pajak kami berharap dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sebelum jatuh tempo pada 30 September 2018,” katanya.(**)

Komentar

Topik Terkait