oleh

BNNP Jateng Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Kabupaten

SEMARANG, INIKATA.com – Tim Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil mengungkap jaringan narkoba lintas kabupaten.

Petugas mengamankan seorang kurir berinisial AN (39) warga Kota Salatiga dan seorang narapidana LP Ambarawa Kabupaten Semarang berinisial UP (36).

Selain mengamankan dua orang, petugas juga menyita barang bukti satu bungkus plastik yang berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 105 gram dan 3 buah handphone.

“Sebelumnya BNNP Jateng mendapat informasi dari masyarakat jika ada seseorang yang membawa narkotika dengan menggunakan jaket biru dan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R warna hitam,” tandas Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo, Kamis (24/5/2018).

Setelah ditelusuri, Tim BNNP Jateng menemukan orang tersebut dan melakukan penangkapan. Lelaki berinisial AN (39) warga Kota Salatiga ini diamankan di lampu merah Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa (22/5) sekira pukul 22.45 WIB.

“Dari tangan AN kami menemukan satu bungkus plastik yang berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 105 gram dan 1 buah handphone Blackberry Bold warna putih, dari hasil pemeriksaan, tersangka AN merupakan seorang kurir narkotika,” pungkas Agus.

Saat ini pihak BNNP Jateng kemudian melakukan koordinasi dengan Kepala Kesatuan Pengamanan LP Ambarawa untuk mengamankan warga binaan berinisial UP. Dari tangan UP, petugas menyita barang bukti dua buah handphone.

“Kedua HP itu digunakan oleh tersangka untuk berkomunikasi dan mengendalikan AN untuk mengambil sabu di Semarang,” ujarnya.

Sebelum ini, AN pernah ditangkap Polres Salatiga dan divonis 4,5 tahun penjara karena terjerat kasus narkotika. AN baru keluar dari LP Pekalongan pada Mei 2017.

Sementara UP sendiri merupakan napi kasus nerkoba dengan koleksi vonis 10 tahun, yakni pernah ditangkap oleh Polres Salatiga dengan vonis 4 tahun dan setelah keluar dari penjara kembali ditangkap Polres Salatiga pada tahun 2016 dengan vonis 6 tahun penjara.

“Yang bersangkutan sudah berpindah-pindah tempat penahanan, termasuk sudah pernah ditahan di LP Narkotika Nusakambangan Cilacap,” tuturnya. (**)

Komentar

Topik Terkait