oleh

Selama Disegel oleh BPOM, Segini Kerugian Perusahaan Air Mineral AAN di Bantaeng

BANTAENG, INIKATA.com – Selama disegel pada hari Rabu, 23 Mei 2018 yang lalu oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Selatan, pemilik perusahaan Air mineral jenis AAN yang terletak di Desa Lonrong Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Mengalami kerugian yang mencapai 7 juta rupiah perhari, Jumat (25/05/2018).

Menurut Pemilik Perusahaan Air mineral merk AAN milil CV. Anugrah Alam Nusantara, Takbir mengatakan, bahwa dalam sehari perusahaan miliknya tersebut telah memproduksi Air kemasan sekurang kurangnya 600 Dos perhari, dan dipasarkan seharga 11 ribu rupiah per Dos.

“Kami biasa produksi paling sedikit 600 Dos perhari, dan kami pasarkan seharga 11 ribu rupiah per Dos” katanya.

Selain itu semua karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut juga merasakan imbas dari penyegelan tersebut, karena selama penyegelan tersebut, sejumlah karyawannya juga tidak bekerja, karena mereka digaji sesuai dengan hasil produksi.

“Sebanyak 45 orang karyawan saya tidak bekerja, karena mereka digaji tergantung berapa banyak yang diproduksi dalam sehari. Paling sedikit upah mereka sebesar 50 ribu rupiah,” tuturnya.

Dia menambahkan, bahwa dia sebagai pemilik perusahaan akan terus berupaya untuk melengkapi kekurangan perusahaannya tersebut yang menjadi penyebab disegel oleh BPOM, yaitu kelayakan bangunan. Berupaya dalam waktu dekat ini dia akan mengantongi surat izin kelayakan bangunan.

Diapun mengakui atas kekurangan perusahaan itu, namun dia optimis pekan depan mulai dari pembenahan lantai hingga pengecekan itu akan rampung semuanya.

“Karyawan saya sementara membenahi lantai serta pengrcetannya, dan kemungkinan minggu ini bisa selesai semuanya,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Bantaeng, Habibi mengatakan apabila bagunanannya sudah layak dan telah mendapat izin kelayakan bangunan dari BPOM maka segelnya akan dibuka secepatnya.

“Air dalam kemasan merk AAN ini bisa berfungsi kembali apabila dia telah merubah bangunannya kemudian telah mendapat izin layak bangunan dari Badan POM,” pungkasnya.

Komentar

Topik Terkait