oleh

Hindari Penukaran Uang Ilegal Jelang Lebaran, BI Perbanyak Kas Keliling

INIKATA.com – Bank Indonesia berkomitmen untuk memperbanyak tempat atau kas penukaran uang keliling. Hal ini dilakukan untuk menghindari penukaran uang ilegal.

Kantor Perwakilan BI Kalimantan Timur (KPw-BI Kaltim) salah satunya yang sudah memulai layanan penukaran uang melalui kas keliling pada 14 Mei hingga 8 Juni mendatang.

KPw-BI Kaltim telah menyediakan uang rupiah sebesar Rp 2,63 triliun, untuk kebutuhan masyarakat Kaltim kecuali Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser. Sedangkan KPw-BI Balikpapan menyediakan uang sebesar Rp 1,54 triliun untuk kebutuhan masyarakat Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah (SPPURS) KPw-BI Kaltim, I Nyoman Ariawan Atmaja menuturkan, kas keliling ini menyisir kecamatan di Samarinda secara bergantian. Kas keliling juga hadir di Tenggarong dan Bontang.

“Selain kas keliling, mulai 4-8 Juni nanti, BI bersama perbankan akan membuka loket penukaran uang di Stadion Madya Sempaja. Di sana, loket kita buka mulai pukul 10.00–14.00 Wita setiap harinya,” ujarnya dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Sabtu (2/6/2018).

Selain itu, mulai 15 Mei hingga 8 Juni, seluruh kantor perbankan di Kaltim juga akan melayani penukaran uang, tanpa dipungut biaya. Sedangkan untuk wilayah pelosok Kaltim, pihaknya memiliki kas keliling, yakni di Sangatta, Sendawar, dan Tanjung Redeb.

“Kami juga bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk menyediakan loket penukaran uang di kecamatan-kecamatan terpencil. Sehingga, kebutuhan uang hingga pelosok negeri tetap terpenuhi,” tutur Nyoman.

Menurutnya, untuk penukaran uang, tiap orang dibatasi hanya Rp 3,7 juta untuk sekali penukaran. Pembatasan penukaran uang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan penukaran uang oleh oknum yang nantinya akan menjual uang tersebut.

“Praktik tersebut tidak diperbolehkan karena mengambil keuntungan yang cukup tinggi, yaitu 10 persen setiap penukaran. Hal itu tentunya harus diantisipasi, lewat tersedianya layanan penukaran uang BI,” katanya.

Untuk diketahui, sudah sejak beberapa tahun lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk praktik jual beli uang yang tengah marak menjelang Lebaran. Banyak penyedia jasa penukaran uang kecil dengan potongan tertentu hal itu dianggap riba oleh MUI.

“Meski demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya diyakini akan bisa menghilangkan para penjual uang. Biasanya penjual uang itu muncul saat bank sudah cuti bersama,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, masyarakat juga harus lebih hati-hati. Uang kartal yang dijajakan tersebut belum tentu keasliannya. Kalau menukar di bank bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat jelas melapor ke mana.

“Sehingga, kami mengimbau kepada masyarakat Kaltim untuk tidak menukar uang sembarangan. Silakan menukar di loket-loket perbankan, serta kas keliling yang sudah disediakan,” pungkasnya. (**)

Komentar

Topik Terkait