oleh

Kajati Pantau Mega Proyek Rel Kereta Api Trans Sulsel, Begini Progresnya

MAKASSAR, INIKATA.com Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Tarmidzi mengunjungi pembangunan mega proyek rel Kereta Api Trans Sulawesi Selatan di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu pagi tadi, (6/6/2018).

Kajati Sulsel, Tarmidzi mengunjungi lokasi proyek tersebut lantaran Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) terlibat dalam pengawalan proyek multi years tersebut.

Dikonfirmasi Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin mengaku proyek tersebut direncanakan akan dibangun sepanjang 50 km dari Makassar-Barru, Kendati begitu proyek ini sementara dikerjakan dengan anggaran  Kementrian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perkeretaapian, yang dicairkan tiap tahunnya alias Multi years.

Dalam kunjungannya, lanjut Salahuddin, Kajati Sulsel, Tarmidzi meminta agar proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu dan meminta agar koordinasi dilakukan secara berkala.

“Tadi pak Kajati sempat menyampaikan agar kiranya proyek strategis nasional ini bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu, serta pihak satker trus berkoordinasi dengan Pemerintah Barru dengan TP4D Kejati Sulsel apabila ada hal-hal yang menjadi kendala,” ujarnya.

Sejak pengerjaan awal diresmikan di tahun 2014, mega proyek Kereta Api Trans Sulawesi Selatan dimasa Syahrul Yasin Limpo (SYL) belum juga rampung hingga saat ini. Meski telah dilakukan ground breaking sebanyak tiga kali dan dihadiri oleh jajaran menteri Presiden dan Jokowi. diketahui saat ini proyek tersebut on progress sekitar 40 persen dari target 145 Km, Pare-pare Makassar.

Proses ground breaking pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare itu pertama kali dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Jalur kereta api Sulawesi Selatan pada awalnya dibangun untuk jalur tunggal, tetapi lahan yang disiapkan memungkinkan untuk dibangun jalur ganda. Jalur kereta api Trans Sulawesi itu rencananya akan memiliki 23 stasiun pemberhentian kereta.

Ditargetkan, kereta api Trans Sulawesi itu dapat beroperasi pada Oktober 2018 mendatang. Rute yang akan beroperasi ini rencananya Barru-Palanro. (**)

Komentar