oleh

Pemerintah Wajibkan Akun Medsos Mahasiswa Baru Disetor ke Kampus, DPR: Ngawur

INIKATA.com – Anggota Komisi X DPR, M Nizar Zahro, menyoroti kebijakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, yang mewajibkan mahasiswa baru melaporkan akun media sosial ke Perguruan Tinggi.

Politikus Gerindra itu mengatakan kebijakan itu ngawur dan tidak jelas targetnya karena menganggap seluruh mahasiswa baru terpapar paham radikalisme, sehingga perlu diwajibkan mendaftarkan akun medsos-nya.

“Kebijakan Menristekdikti yang akan mewajibkan mahasiswa baru untuk melaporkan akun medsos bisa dibilang sebagai kebijakan ngawur dan tidak jelas targetnya,” kata Nizar Zahro, kepada JPNN, Minggu (10/6/2018).

“Tidak jelas targetnya karena sedari awal menganggap semua mahasiswa perlu diawasi, sehingga tidak ada target khusus yang dicapai. Kerja model seperti ini sangat tidak produktif,” tegas politikus awal Madura ini.

Nizar yang juga ketua DPP Gerindra menyebutkan bahwa upaya pemberantasan radikalisme seharusnya dilakukan secara preventif dan senyap. Ada identifikasi awal target mahasiswa yang dianggap terpapar radikalisme. Dan kemudian dilakukan operasi senyap dengan menggandeng BNPT maupun BIN.

“Sehingga bisa diprediksi kebijakan tersebut akan menyulut aksi penolakan dari mahasiswa, baik yang akan dilakukan secara terbuka atau dalam gerakan bawah tanah,” jelas dia.

Karenanya, dia menyarankan lebih baik kebijakan tersebut dibatalkan saja. Tidak tepat jika semua mahasiswa baru diperlakukan sama, karena dia meyakini mayoritas mahasiswa bersih dari paham radikal.

“Menristekdikti tidak boleh memata-matai privasi mahasiswa yang tidak terlibat radikalisme,” pungkas ketum PP Satria Gerindra ini.(Inikata/Fajar)

Komentar

Topik Terkait