oleh

Tak Banyak Raup Suara di Pilkada, Jokowi Diprediksi Tinggalkan PDI-P

INIKATA.com Calon presiden petahana, Joko Widodo diyakini tengah berpikir keras untuk meninggalkan partai pengusung utamanya, PDI Perjuangan.

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengatakan hal itu sangatlah mungkin terjadi karena ketokohan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dianggap sudah tak mampu lagi meraup banyak suara baginya.

Buktinya, dari 17 daerah yang menyelenggarakan ajang Pemilihan Gubernur, PDIP hanya menang di beberapa daerah. Padahal, Megawati juga ikut berkampanye demi kemenangan kadernya. Misalkan di Pilgub Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Tentu Jokowi akan berhitung bila dengan situasi dan kondisi seperti sekarang,” ungkapnya, Kamis (5/7).

Apalagi, lanjut aktivis mahasiswa tahun 1998 itu, citra PDIP sangat minor di kalangan umat Islam. Hal inilah yang menurut dia menjadi salah satu faktor utama dari kekalahan PDIP di sejumlah Pilkada.

“Branding ini turunan dari policy Jokowi sendiri. Akhirnya stigma phobia Islam lekat di PDIP,” imbuhnya.

Makanya, ia memastikan kalau secara matematis, kalau ingin menang di Pilpres 2019, Jokowi memang harus “pisah” dengan PDIP. Begitu juga PDIP yang harus mengusung capres lain selain Jokowi.

“Jokowi mesti ambil dari kalangan Islam seperti tipikal JK. Akbar Tanjung bisa digadang-gadang. Kalau PDIP pun demikian harus usung di luar tipikal Jokowi. Tidak mesti kalangan Islam. Yang pasti tidak kecipratan bau-bau Jokowi tidak masuk kabinet kerja,” urainya.

Ia akui solusi itu memanglah pahit. Namun bisa jadi itu formula yang sangat pas untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

“Kalau tetap dipaksakan bisa fatal buat Jokowi dan PDIP,” pungkasnya. (**/rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait