oleh

BI Akan Relaksi Kebijakan LTV, Dorong Pengucuran Kredit Perumahan

MAKASSAR, INIKATA.com – Bank Indonesia akan melakukan relaksasi kebijakan Loan to Value atau LTV. Bankir menilai, ini akan efektif mendorong pengucuran kredit perumahan.

LTV adalah nilai kredit atau jumlah pembiayaan yang bisa diberikan bank kepada pemohon kredit dengan jaminan atau agunan properti atau kendaraan.

Rencana pelonggaran ini akan mengatur penurunan rasio uang muka, pelonggaran aturan inden kredit pemilikan rumah (KPR) dan termin pembayaran kredit.

Lebih lanjut, ini akan diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 27-28 Juni mendatang.

Kakanwil BTN wilayah V, Achmad Chaerul, mengatakan, dampak pelonggaran pasti positif. Esensinya memudahkan masyarakat memiliki rumah, sehingga jelas akan mendorong kredir perumahan.

“Kendala selama ini memang di Down Payment (DP) alias uang muka. DP bagus sebetulnya karena buat masyarakat atau user memiliki akan ada rasa tanggung jawab. Tapi nantinya akan tetap ada kok biaya-biaya lain. Ada biaya asuransi, administrasi, provisi pasti ada,” kata Achmad, Jumat (6/7/2018)

Di samping itu, Achmad menyadari kondisi yang disebutkan tersebut berdampak pada risiko kredit. Sehingga harus disiasati dengan mengutamakan tingkat kehati-hatian dalam proses untuk pengucuran kredit.

“Proses frudential banking proscess yang harus diutamakan. Kalau tidak layak dapat kredit, tidak usah dikasih. Itu harus yang utama,” tegasnya.

Lebih jauh Achmad mengaku, kebijakan ini sudah sangat tepat di tengah kondisi sektor properti yang cukup berat. Realisasi kredirt rumah komersil, diakuinya masih relatif lemah.

“Secara berkelanjutan seluruh sektor akan menggeliat. Kita harap dengan itu ekonomi akan lebih bergerak lagi,” harapnya. (**)

Komentar

Topik Terkait