oleh

Pertemuan Trump dan Putin, Bahas Tantangan Global

INIKATA.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memulai pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (16/7/2018). Mereka membahas berbagai tantangan global.

Seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, (16/7), di antara hal yang menjadi bahasan mereka antara lain masalah Syria, Ukraina, Tiongkok soal tarif, dan ukuran persenjataan nuklir mereka.

Terdapat indikasi pengaturan untuk bekerja sama dan dengan Israel guna mendukung gencatan senjata di Syria Selatan. Menunjukkan Pemerintah AS mendukung tuntutannya agar sekutu Moskow, Bashar Al Assad turun dari tahtanya.

Berdiri di samping Putin pada konferensi pers bersama, Trump mengakui kepala intelijennya yakin Rusia meretas dan membocorkan email-email Partai Demokrat yang berisi informasi yang merusak secara politik mengenai saingannya Hillary Clinton pada tahun 2016.

“Saya memiliki Presiden Putin, dia hanya mengatakan itu bukan Rusia. Saya tidak melihat alasan mengapa itu terjadi,” ujar Trump menjelaskan soal pemilu AS yang dituding ada campur tangan Putin. Hingga saat ini baik Trump dan Putin menolak tudingan Putin campur tangan pemilu AS.

Menurut dakwaan AS pada Jumat, ada 12 agen intelijen militer Rusia terlibat dalam pilpres AS. Para pejabat mengatakan, agen Rusia lainnya telah ditangkap karena berusaha mempengaruhi politik AS.

Namun Trump bersikeras Putin telah menyampaikan penyangkalan yang kuat. Ia juga kembali membantah adanya kolusi antara kampanyenya dan Kremlin.

Putin mengatakan, Rusia tidak pernah ikut campur dan tidak berencana ikut campur dalam urusan internal AS. Bahkan, Trump menyambut keinginan Putin untuk membantu penyelidikan ketika kritik dan tudingan meningkat.

Baik Trump maupun Putin tampak santai di konferensi pers, kadang-kadang mereka tersenyum. Berbeda dengan sikap suram mereka di awal hari.

Trump meningkatkan ikatan pribadi dengan Putin. Ia menyalahkan pendahulunya yang tak menjalin hubungan baik dengan Kremlin. Sikapnya terhadap Putin juga membuat sekutu NATO geram. Menurut para kritikus Trump hanya mempererat hubungan dengan Putin. (Inikata/Fajar)

Komentar

Topik Terkait