oleh

Harga Telur dan Piala Dunia, Mendag: Tengah Malam Makan Nasgor Pakai Telur

INIKATA.com – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita membeberkan alasan dirinya menyebut Piala Dunia sebagai salah satu faktor naiknya harga telur di pasaran. Alasannya cukup sepeleh.

Enggar mengatakan, kenaikan harga dipicu oleh naiknya konsumsi telur ayam saat pertandingan dimulai. Pasalnya, pertandingan berlangsung dimalam hari, dimana semua orang ingin mengkonsumsi makanan yang simple.

“Demand-nya memang meningkat tajam, dari sisi liburan sampai sepak bola. Karena tengah malam itu makan nasgor (nasi goreng) pakai telor, mi telor kornet, pakai telor juga,” ujar Enggar di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat.

Momentum lain yang disebutnya penyebab naiknya harga telur adalah pelaksanaan Pilkada serentak beberapa waktu lalu. Informasi ini diterimanya dari hasil rapat dengan pengusaha dan peternak. Namun, Enggar tak akan berdiam diri. Jika dalam waktu seminggu harga telor ayam tak turun, dia akan mengintervensi harga di pasaran.

Telur ayam akan dijual sesuai harga acuan menurut peraturan Mendag. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 mencatat harga pembelian telur ayam di peternak Rp 18 ribu per kilogram dan di konsumen dijual Rp 22 ribu per kilogram.

“Kita sepakat memberikan waktu satu minggu. Kalau tren tidak turun, kami menyiapkan langkah intervensi pasar. Dengan meminta integrator mengeluarkan stoknya dan kita akan menjual langsung di pasaran seperti operasi-operasi pasar,” ucapnya.

Para pedagang, dari mulai produsen hingga eceran, diingatkan tidak terlalu tinggi mengambil keuntungan. “Kita juga minta suplai jejaring data produsen sampai konsumennya. Yang tidak mendaftarkan kami akan lakukan tindakan,” tegas Enggar.

Di Twitter, akun Rizal Ramli heran dan bertanya-tanya. “Apa iya?” cuit @RamliRizal sembari mencantumkan emoticon senyum dibalas akun @ Nurullah_hm. “Pak @RamliRizal kalo besok-besok harga telor belum turun jangan terkejut yaa itu karena Asian Games.” Politisi PKS @MardaniAliSera takjub dengan alasan Enggar. “Sebelumnya karena peternak cuti lebaran, sebelumnya karena Pilkada, saat ini karena Piala Dunia, besok karena Asian Games. Trus apa lagi setelah ini semua ketika telor mahal?” cuitnya disambut aktivis @RatnaSpaet. “Ini mentri sakit isi kepala.”

Akun @saididu nyindir dengan gurauan. “Pak Mendag yth, saya ingatkan saja setelah Bapak salahkan Piala dunia sebagai salah satu penyebab harga telur naik – jangan coba-coba gunakan alasan karena City juara. Ini serius,” kicaunya dijawab @marierteman. “Menteri ini ngapain yak, logikanya koq bisa error karena telor?” Akun @fradiand juga menanggapi. “Harga telor naik gara-gara ayamnya pada liburan ke Rusia nonton piala dunia, eh kaga bisa balik ke Indonesia lagi Karena tiket pesawat mahal efek rupiah terus merosot, kasian si ayam,” cuitnya.

Akun @didimening tak habis pikir. “Kata pedagang bubur ayam keliling yang baca berita ini langsung komentar ini menteri ga waras ya. Masa harga telor melonjak gegara piala dunia,” cuitnya sama dengan @IrwanVanHoe. “Perasaan banyak pejabat pemerintahan sekarang asbun ya. Entah karena males mikir, atau sengaja,” kicaunya. Akun @a_onepray menimpali. “Pertanyaanya kenapa orang orang itu bisa lulus dan diangkat jadi menteri, sungguh hasil dari proses asal jadi,” cuitnya.(Inikata/Rmol)

Komentar

Topik Terkait