oleh

Ini Penyebab Terjadinya Lonjakan Harga Daging dan Telur Ayam

MAKASSAR, INIKATA.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) cabang Makassar menilai terjadinya lonjakan harga daging dan telur ayam disebabkan kekurangan bibit.

“Tahun 2016 lalu, peternak kekurangan Grand Parent Stock (GPS) atau nenek ayam. Kekurangan itu berimbas sekarang. Otomatis DOC sedikit berkurang, sehingga terjadi lonjakan harga,” kata Aru Armando, Kepala KPPU cabang Makassar saat melakukan sidak di Pasar Terong, Makassar, Jumat (27/7).

Selain kekurangan bibit, kata dia, lonjakan harga itu berdampak terhadap melemahnya nilai tukar rupiah.

“Pelemahan nilai tukar rupiah itu juga berpengaruh terhadap harga pakan, dimana mengalami kenaikan 50 hingga 70 persen,” ungkap Aru.

Mengatasi hal itu, pihaknya telah mengundang para pengusaha atau peternak ayam untuk melakukan penurunan harga daging dan telur ayam menjelang hari raya Idul Adha.

“Iya, kami sudah bertemu sama mereka. Selain itu juga, kami menggelar operasi operasi pasar murah agar mengantisipasi hal tersebut, dan membantu masyarakat,” jelasnya.

Sekedar diketahui, saat ini harga daging ayam dibanderol Rp31 ribu sampai dengan Rp35 ribu per kilogram. Mengalami lonjakan Rp1000 per kilogram dari harga normal Rp30 ribu per kilogram.

Sementara, harga telur ayam dibanderol seharga Rp42 ribu hingga Rp44 ribu pee rak, mengalami lonjakan harga Rp3000 dibanding haega normal yang berada di angka Rp40 ribu sampai dengan Rp41 ribu. (RRS)

Komentar

Topik Terkait