oleh

Terkait Aksi Main Hakim Sendiri di Gowa, Dosen Unhas: Pelaku Harus Diproses Hukum

MAKASSAR, INIKATA.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Dr Hasrul SH MH, ikut berkomentar terkait aksi warga di Kabupaten Gowa yang main hakim sendiri.

Menurutnya, dari bukti rekaman video yang beredar, pelaku bisa dijerat dengan pasal pengancaman 368, penganiayaan 351 dan pengeroyokan 170.

“Pelaku atau kelompok yang melakukan dapat dikenai pasal-pasal dalam KUHP, seperti pengancaman pasal 368, penganiayaan 351, pengeroyokan 170, dan lain-lain,” kata Hasrul saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (09/08/2018).

Untuk memastikan orang bersalah atau tidak kata Hasrul, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, salah satunya proses pengadilan.

“Hukum itu ada aturan mainnya, bahkan terhadap pelaku kejahatan sekalipun. Mereka harus menjalani due process of law, diproses hukum dulu hingga dinyatakan bersalah tentu saja oleh para aparat hukum,”ujarnya.

Dengan demikian, main hakim sendiri tidak dibenarkan dengan alasan apapun. “Menurut hukum tak boleh main hakim sendiri, tidak boleh ada persekusi. Semua pelaku kejahatan harus diproses oleh penegak hukum,”ungkapnya. (AWY)

Komentar

Topik Terkait