oleh

Soal Otak Pelaku Pembakaran di Tinumbu, Petugas Lapas Terancam Sanksi

MAKASSAR, INIKATA.com — Kasus Akbar Ampuh yang mengotaki pembakaran rumah Sanusi, membuat Kanwil Kemenkum HAM Sulsel, bereaksi.

Akbar merupakan narapidana (napi) di Lapas Kelas I A Makassar. Dia yang memerintahkan pembunuhan terhadap Ahmad Fahri. Namun, caranya sadis.

Fahri yang menginap di rumah kakeknya, Sanusi, tewas terpanggang. Total, enam tewas dalam rumah Sanusi. Selain Sanusi dan Fahri, istrinya Bondeng (65), anaknya Musdalifa (30), cucunya Namira Ramadani (20), dan Hijas (2,5), tewas.

“Pidana akmulatif Akbar Ampuh, itu 12 tahun untuk kasus pembunuhan,” ujar Kepala Kanwil Kemenkumham Sulsel, Imam Suyudi, Selasa (14/8/2018).

Para petugas di Lapas Kelas I A Makassar akan diperiksa. Sebab, pengawasan lemah menyebabkan pelaku dengan mudah berkomunikasi dengan gengnya di luar tahanan.

“Semua barang bukti dan pelaku pun sudah kami serahkan ke kepolisian,” bebernya.

Pihaknya memastikan akan memberi sanksi jika terbukti ada petugas lapas atau sipir melanggar aturan. Sementara Akbar, kini diperiksa intensif di Polrestabes Makassar. (Inikata/Fajar group)

Komentar

Topik Terkait