oleh

Diundang ke Singapura, Soekarwo Pamerkan Konsep Jatimnomics

SURABAYA, INIKATA.com – Konsep Jatimnomics yang ditelorkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo menarik akademisi Singapura dan pebisnis di negara Singa tersebut.

Gubernur yang akrab dipanggil pak de Karwo ini diundang ke Singapura sebagai Keynote Speaker pada acara 2018 Asia Economic Forum, The World Bank Group – Asia Competitivenes Institute (ACI), di Gedung Oei Tiong Ham Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapura, Rabu (29/8/2018).

Direktur ACI Bp. Prof. Tan Khee Giap menjelaskan bahwa Jatim sangat terkenal dengan konsep Jatimnomicsnya. Karenanya, ACI sengaja mengundang sekaligus mendengar tentang konsep dan skema yang dilakukan. Jatim yang menjadi penghubung dari Indonesia Bagian Timur lanjutnya, merupakan salah satu provinsi sangat maju di Indonesia selain Jakarta.

“Kami mengundang Bapak Gubernur ke Singapura karena konsep Jatimnomics bisa dilakukan dan sangat efektif dengan penduduk yang besar. Dibandingkan dengan Singapura yang hanya memiliki jumlah penduduk sebesar 5 juta penduduk,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Pusat Pengembangan Kota Singapura, WBG Ibu Jyoti Shukla mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari masukan bedasarkan kajian isue tentang daya saing, ekonomi, infrastruktur, kesejahteraan hingga isue pembangunan dunia terutama asia.

“Forum ini membahas tentang daya saing, pertumbuhan ekonomi makro, infrastruktur hingga keterkaitan antara satu sektor dengan sektor lainnya. Terutama sinergi antara negara satu dengan yang lain seperti Jatim ini,” ungkapnya.

Sedangkan Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan konsep Jatimnomics yang merupakan ruh dari strategi pembangunan ekonomi di Jatim. Konsep Jatimnomics dimaksudkan agar ekonomi Jatim tumbuh inklusif dan berkeadilan. Syaratnya, kondisi politik di Jatim harus kondusif. Tidak boleh anarkis jika ingin menyampaikan pendapat.

“Konsep ini menghadirkan kebijakan yang adil dan tepat untuk melayani serta memfasilitasi perekonomian, baik untuk segmen besar, menengah, maupun kecil. Konsep ini merupakan trisula strategi ekonomi pembangunan yang terdiri dari peningkatan basis produksi UMKM dan besar, pembiayaan yang kompetitif, serta pengembangan pasar/perdagangan,” ujarnya. (TRI)

Komentar

Topik Terkait