oleh

Mahathir Mohammad Bersih-bersih Pendukung Najib Razak

INIKATA.com – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terus membersihkan para pendukung Najib Razak. Terakhir, KPK-nya Malaysia menahan eks Kepala BIN Negeri Jiran Hasanah Abdul Hamid.

Hasanah adalah bekas Dirjen Malaysian External Intelligence Organisation (MEIO). Eks bos intelijen Malaysia itu ditahan terkait penyalahgunaan dana Pemilu, Selasa (27/8). Dilansir Straits Times, Hasanah ditangkap oleh Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) saat dia diperiksa terkait dana Pemilu.

Deputi Kepala Komisioner SPRMAzam Baki membenarkan penangkapan tersebut. “Ya, kami menahan dia untuk diperiksa,” kata Baki tanpa menjelaskan detailnya.

Perempuan berusia 61 tahun itu sudah dihadirkan ke pengadilan pada Rabu di Putrajaya dan tetap ditahan selama lima hari ke depan. Hasanah ditahan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang. Dia disebut menulis surat kepada Direktur CIA, Gina Haspel. Isinya, meminta bantuan CIA mendukung pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak saat itu. Surat tersebut ditulis 4 Mei, beberapa hari sebelum Najib kalah dalam Pemilu 9 Mei lalu.

Foto tangkapan layar dari surat tersebut bocor dan beredar viral. Pengacara Hasanah, Shaharudin Ali menyatakan surat tersebut sah dan dilindungi Undang-undang Rahasia Negara.

SPRM dalam sebuah pernyatan menyebut penyelidikan awal mengungkap kasus Hasanah terkait salah satu tujuh pejabat tinggi yang ditangkap, Selasa. Salah seorang di antaranya Wakil Dirjen Divisi Penelitian Kantor Perdana Menteri, nama lain MEIO.

Situs berita Malaysia The Star menyebut Hasanah ditanyai bagaimana pegawainya di kantor Perdana Menteri tersebut mendapatkan uang tunai 1,6 juta ringgit atau setara dengan Rp 5,7 miliar. Sumber The Star menyatakan uang itu dana yang diterima divisi dari pemerintah sebelumnya. “Setelah kekalahan Barisan Nasional, mereka ditugasi mentransfer dana itu ke suatu tempat. Dalam prosesnya, mereka mengambil sebagian dari dana itu,” kata sumber tersebut seperti dilansir The Star.

Sebelumnya, awal bulan ini 17 orang aparat keamanan ditahan karena mengambil uang 3,5 juta ringgit dari kantor perdana menteri. Mereka mengambil uang itu karena mengetahui Barisan Nasional kalah Pemilu. Pasca penangkapan, Najib Razak mengklaim bahwa uang itu milik UMNO, partainya.

Sebelumnya, Mahathir terang-terangan menyebut pemerintahan Najib Razak sebagai pemerintahan maling. Dia memastikan para pejabat era Najib bakal dihukum. Najib sendiri tersandung skandal korupsi dana 1MDB. Dia sebelumnya menghadapi tiga tuduhan pencucian uang di bawah AMLA 2001 dan empat dakwaan lain yang diubah sehubungan dengan RM 42 juta dana SRC International dalam akun pribadinya.

Tiga deposito, sebesar RM 27 juta, RM 5 juta dan RM 10 juta, telah disetorkan ke akun AmIslamic Bank Berhad di Jalan Raja Chulan antara 26 Desember 2014 dan 10 Februari 2015. Dengan dakwaan berlapis yang ancaman hukumannya mencapai puluhan tahun penjara, Najib bisa mati di dalam bui. (**/Rmol)

Komentar

Topik Terkait