oleh

Soal Tim Pemenangan JM, SYL Lebih Paham Kondisi Sulsel Ketimbang Nurdin Halid

MAKASSAR, INIKATA.com – Ketua umum DPD Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) tak masuk dalam komposisi tim kampanye pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sulsel.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (UNHAS), Sukri Tamma menilai, pilihan nama yang dimasukkan tentu berdasarkan pada hitungan strategis dalam rangka pemenangan tim kampanye.

“Nah, menurut pandangan saya tidak masuknya pak NH dalam struktur bukan karena tidak dianggap, tapi lebih karena tim punya strategi yang berbeda,” kata Sukri Tamma kepada INIKATA.com, Selasa (25/9/2018).

Untuk menggarap wilayah Sulawesi Selatan, kata Sukri ada nama mantan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dimana menurut Sukri, SYL lebih paham kondisi Sulsel sendiri.

“Kan ada pak SYL yang dianggap mampu menangani wilayah ini, adapun untuk level nasional sudah banyak tokoh-tokoh yang terlibat. Dalam situasi ini, keinginan Jokowi untuk tidak terlalu banyak melibatkan orang dalam tim kampanye nasional yang menjadikannya harus memilih berdasarkan fokusnya,” imbuh Sukri Tamma.

Bahkan Sukri Tamma menilai hadirnya SYL sebagai tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin dianggap sangat cukup. “Pak NH tidak dimasukkan agar tim tidak terlihat sangat gemuk jumlahnya,” jelasnya.

Diketahui, ketua partai politik Sulawesi Selatan saat ini telah masuk sebagai tim pemenangan, seperti ketua PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri, Ketua Partai NasDem Sulsel Rusdi Masse, Ketua PPP Sulsel M Aras, Ketua Partai Hanura Andi Ilhamsyah Mattalatta, Ketua PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin, Ketua Partai Perindo Sanusi Ramadhan, dan Ketua PSI Fadhli Noor. (hendrik)

Komentar

Topik Terkait