oleh

BPJS Ketenegakerjaan Membayarkan Klaim JKK Sebesar Rp 545 Juta

MAKASSAR, INIKATA.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) cabang Palopo telah membayarkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tahun 2018 sebesar Rp545.514.670. Jumlah pembayaran klaim tersebut terdiri dari 56 kasus.

Pada kasus itu, terdapat satu kasus kecelakaan kerja meninggal pada bulan Februari 2018 lalu, tenaga kerja tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas saat melakukan tugasnya sebagai collector.

Kepala bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan cabang Palopo, Kausariah Sudirman, mengatakan, pembayaran klaim JKK sampai periode saat ini, mengalami penurunan dibanding tahun 2017 di periode yang sama.

“Periode tahun lalu, kami membayarkan klaim JKK sebanyak 61 kasus sebesar Rp599.425.848. Secara jumlah pembayaran memang meningkat tetapi secara jumlah kasus berkurang,” kata Kausariah, Rabu (26/9).

Kasuariah berharap turunnya jumlah kasus merupakan dampak dari peningkatan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan-perusahaan.

“Setiap kecelakaan kerja yang terjadi tidak ada menginginkan atau kalau boleh tidak pernah terjadi pada diri kita atau kelaurga kita, sehingga kami harap setiap pekerja dan pemberi kerja yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan segera mendaftar jadi peserta, agar terlindungi dari resiko akibat kerja,” jelasnya.

BPJS Ketenagakerjaan saat ini menyelenggarakan empat program. Diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Program JKK memberikan manfaat layanan, antara lain biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja ke rumah sakit, pengobatan di PLKK sampai dengan sembuh, santunan sementara tidak mampu bekerja, santunan cacat total tetap, santunan kematian akibat kecelakaan kerja hingga 48 kali gaji terlapor dan beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

“Saat ini BPJS Ketenagakerjaan juga menyelenggarakan program return to work (RTW) yang merupakan manfaat tambahan dari program JKK,” bebernya.

Program RTW ini ditujukan untuk membantu tenaga kerja yang mengalami resiko cacat karena kecelakaan kerja untuk dapat kembali bekerja di perusahaan asal atau di perusahaan lain yang telah mendukung program RTW.

“Banyak perusahaan yang memberhentikan atau mem-PHK peserta yang ditetapkan cacat karena kecelakaan kerja. Dengan adanya program ini, pasien RTW akan diberikan pelatihan terlebih dulu di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah pasca pengobatan kecelakaan kerja telah selesai, dan lalu akan ditempatkan kembali di perusahaan,” pungkasnya. (***)

Komentar

Topik Terkait