oleh

Tangisan Bayi dan Doa Seorang Nenek Dari Dahsyatnya Hantaman Gempa & Tsunami

INIKATA.com– Seorang nenek berusia 60 tahun merupakan korban gempa dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala bersama anak dan cucunya selamat dari maut. Dihadapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, ia menceritakan kisahnya detik-detik fenomena alam tersebut.

Kala itu, Sang Nenek bersama anak dan cucunya sedang tertidur pulas di teras belakang rumahnya, sekira pukul 17.45 Wita.

Tiba-tiba, ia merasa goncangan cukup dahsyat. Sang Nenek bersama cucunya terbangun dari tidurnya dan panik.

Mereka berlarian keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Tanah yang beralas aspal itu terangkat. Ia terguling dan terlempar.

Mereka panik dan meminta tolong dan memanjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa.

“Kami terangkat dari tanah, terguling dan terlempar pak Nurdin Abdullah. Kami saat itu panik dan terus memanjatkan doa kepada Allah SWT,” celoteh sang Nenek dihadapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat dikunjungi di RS Wahidin Sodirohusodo, Minggu (30/9).

Goncangannya sangat dahsyat, membuat rumahnya rata dengan tanah. Kondisi tanahnya terbelah dua.

“Terbelah pak. Saya terus tidak berhenti menangis dan berdoa,” bebernya.

Pasca gempa yang mengakibatkan terjadi tsunami, sang nenek bersama cucunya kini mengungsi di posko yang telah disediakan para relawan. Mereka sudah tak mempunyai tempat tinggal.

“Kami sudah tidak punya apa-apa lagi pak. Tetapi, Alhamdulillah anak dan cucu saya selamat dari maut,” tukasnya.(Nhn)

Komentar

Topik Terkait