oleh

Tunjukkan Sikap Arogan, Walikota Surabaya Risma Larang Wartawan TV Meliput

SURABAYA, INIKATA.com – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menunjukkan arogansinya dalam menghalangi kebebasan pers di era saat ini.

Mantan Kepala Bappeko kota Surabaya telah memerintahkan anak buahnya untuk mengusir reporter JTV, Dewi yang akan meliput kedatangan tim kirab nusantara GP Ansor Jawa Timur di rumah dinas Walikota, Senin (8/10) kemarin.

Secara terang-terangan, Risma telah memerintahkan Kabag humas Pemkot Surabaya Mohammad Fikser untuk mengusir Reporter JTV Dewi Imroatin yang sedang melakukan peliputan tersebut.

“Mulai hari ini Mbak Dewi gak usah datang kalo ada acaranya ibu (Tri Rismaharini),” kata Fikser.

Teguran tersebut saat Dewi hendak meliput Kirab GP Ansor di rumah dinas Walikota Surabaya.

Saat ditegur seperti itu, Dewi kembali bertanya kepada M.Fikser selaku anak buah Risma, bahwa keinginan Risma bisa disampaikan saja ke kantor redaksi JTV, tapi langsung dijawab sama Fikser. “Ya nanti kita kirim surat ke kantor Sampean,” katanya.

“Waktu liputan kirab di kediaman, mau masuk kediaman sama Fixer dicegat, terus dia bilang mbak dewi ibu tidak berkenan kalau ada Sampean,” ucapnya, Selasa (9/10).

Kejadian tersebut, kata perempuan dua anak ini, ternyata tidak hanya terjadi pada reporter JTV, bahkan selama kepemimpinan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sering bersikap semena-mena pada wartawan yang mengkritisi kebijakan pemkot, dikarenakan Walikota dua periode itu tidak ingin dikritis, dia hanya senang jika ditulis yang baik-baik.

“Tak sepantasnya seorang kepala daerah sekelas Risma anti wartawan, apalagi anti kritikan, padahal kritik bagian dari perubahan dalam pembangunan sebuah pemerintahan, dan tidak seharusnya walikota menyuruh anak buahnya melarang wartawan melakukan peliputan,” tegas Dewi. (TRI)

Komentar

Topik Terkait