oleh

Siaga Bencana, DPRD Dorong BPBD Cek Kondisi Early Warning di Jatim

SURABAYA, INIKATA.com – Komisi D DPRD Jatim mendorong agar BPBD Jatim melakukan pengecekan peralatan pendeteksi bencana yang diletakkan dibeberapa daerah di Jatim. Alasannya, keberadaan alat-alat pendeteksi bencana tersebut (early warning) dibutuhkan mengingat saat ini Jatim rawan bencana.

“Harus ada pengecekan seluruh peralatan early warning. Jangan sampai ada yang rusak mengingat saat ini rawan bencana,” jelas Samwil, anggota Komisi D DPRD Jatim saat ditemui di Surabaya, Sabtu (12/10/2018).

Politisi asal Bawean ini mengatakan, jika ditemukan peralatan tersebut mengalami kerusakan, maka sesegera mungkin dilakukan perbaikan. “Jika membutuhkan anggaran untuk perbaikan, kami siap memback up jika diperlukan pencairannya,” jelasnya.

Diungkapkan oleh politisi asal Partai Demokrat ini, dalam menghadapi bencana yang mengancam di Jatim, BPBD Jatim perlu memetakan beberapa daerah yang rawan bencana.

”Setelah dipetakan tentunya bisa diketahui apa saja yang dilakukan dalam menghadapi bencana di Jatim. Tak hanya itu kami minta agar sosialisasi kebencanaan ditingkatkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, sejumlah early warning system yang dimiliki provinsi Jatim. Dari 417 desa berstatus rawan bencana, Jatim baru memasang di sekitar 73 titik untuk alat yang digunakan untuk peringatan dini bencana tersebut.

Suban menyebutkan bawa alat peringatan dini yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Timur tersebut tersebar di beberapa kabupaten maupun kota di Jawa Timur. Hal ini disesuaikan dengan potensi bencana di masing-masing wilayah.

“Sebetulnya, di Jawa Timur ada 12 ancaman potensi bencana. Misalnya, di utara (Jatim) ada banjir, di selatan ada langsor dan tsunami. Kita sesuaikan alatnya,” terang Suban.(Three)

Komentar

Topik Terkait