oleh

Begini Cerita Asisten II Pemkot Makassar Lolos dari Maut di Kota Palu

MAKASSAR, INIKATA.com – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah kota Makassar, Sittiara Kinang menghadiri Makassar International Eight Festival and Forum 2018. Dihadapan pengunjung, Sittiara menetaskan air matanya saat menceritakan kejadian gempa disertai tsunami yang berkekuatan 7,7 magnitudo di kota Palu, Sulteng.

“Saya masih trauma ketika mengingat kejadian itu, karena hotel tempat menginap maupun tangganya juga rubuh. Tidak ada lagi tangga untuk turun. Kemudian, saya keluar lewat jendela, hingga akhirnya terjatuh dengan kondisi kepala bocor,” jelas Sittiara, Senin (15/10/2018).

Ira saat itu sedang ingin melakukan ibadah shalat magrib di hotel Mercure, Palu sebelum menghadiri perayaan Nomoni. Usai berwudhu, Ira hendak mengenakan mukenanya, tiba-tiba gedung bergoyang. Ira pun tiara dilantai karena guncangan yang dirasakan sangat kuat.

“Setelah guncangan keras selama satu menit itu, saya kemudian membuka pintu dan berusaha keluar. Tetapi saat saya buka pintu kamar, ternyata tangga depan sudah tidak ada dan dinding-dinding juga sudah rubuh. Saya memutuskan keluar lewat jendela dengan berpegangan pada pipa,” ujarnya.

Sebelum sampai di bawah, dirinya terjatuh karena pegangannya di sebatang pipa tersebut terlepas. Dalam keadaan panik dirinya merasakan sakit pada kepalanya dengan darah segar mengucur deras.

“Saya pegang kepala ternyata telunjuk saya masuk karena berlubang. Untungnya tamu hotel lainnya yang terjebak di lantai dua itu membantu saya dan langsung menutup luka saya dengan bajunya,” katanya.

Menurutnya, belum usai kepalanya di balut, air deras sudah menerjang hotel hingga ke lantai dua. Beruntung, karena dinding tembok hotel masih kuat menahan air tersebut sedangkan kaca-kaca lainnya sudah pecah karena terjangan itu.

“Beruntung dinding hotel masih kuat menahan air sehingga tidak mengakibatkan kondisi semakin parah. Saya bersyukur dan merasa lega setelah mendapat telpon dari Wali Kota Makassar hingga akhirnya hari ini bisa kembali pulang ke Makassar,” tutupnya. (Anca)

Komentar

Topik Terkait