oleh

Puting Beliung Amuk Rumah Warga di Maros

MAROS, INIKATA.com – Tiga desa di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros porak poranda diterjang angin puting beliung, Senin, (15/10/2018) sore. Ketiga desa tersebut yakni, Desa Bonto Bunga, Bonto Marannu dan desa Moncongloe Bulu.

Akibatnya, sebanyak 25 unit rumah warga ditiga desa ini atap sengnya beterbangan dan balok kayu penyanggah rumah banyak yang patah. Selain rumah, tiga unit kandang ayam potong juga roboh hingga rata dengan tanah setelah diamuk puting beliung.

Salah seorang pemilik rumah di Dusun Bonto Bunga, Syarif mengaku, kejadian ini menimpa rumah miliknya berlangsung singkat. Saat itu kata dia, hujan dan angin kencang menerpa permukiman hingga separuh atap seng dan balok rumah miliknya ikut terlepas.

“Sekitar jam 5 kejadian, saat itu angin kencang dan hujan deras makanya balok patah-patah dan seng terbang,” katanya, Selasa, (16/10/2018).

Untuk mengantisipasi datangnya hujan susulan, warga hanya memanfaatkan sisa balok kayu yang bisa terpakai dan berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait, untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.

“Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah, semalam yang datang hanya polisi tanya-tanya. Kita berharap ada bantuan, karena balok patah dan tidak ada uang,” keluh Syarif.

Sementara itu, Kapolsek Moncongloe, Abd. Malik saat ditemui dilokasi kejadian mengatakan, sejauh ini terdapat 25 unit rumah mengalami kerusakan di tiga desa, termasuk diantaranya rumah penduduk, mesjid dan kandang ayam milik warga rata dengan tanah.

“Ada 25 rumah untuk wilayah Bonto Marannu, Bonto Bunga dengan Moncongloe Bulu, jadi tiga desa di satu kecamatan. Kerusakan rata-rata di bagian atap rumah warga, selain itu ada juga perumahan sekolah di Manjalling, mesjid juga ada termasuk kandang ayam,” bebernya.

Sejauh ini kata dia, pemerintah juga telah melakukan pendataan terkait bencana angin puting beliung yang melanda pemukiman warga. Meski begitu, pemerintah kecamatan masih menunggu datangnya bantuan dari pemerintah kabupaten.

“Kalau dari pemerintah semalam jam 1 sudah datang dari BPBD, kemudian dilaporkan juga ke kabupaten terkait bencana alam puting beliung ini dan pemerintah kecamatan menunggu bantuan dari kabupaten,” paparnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Sejauh ini untuk korban jiwa tidak ada, tapi kerugian materil secara keseluruhan sampai Rp 700 juta,” terangnya.

Dikesempatan itu, jajaran petugas dari Polsek Moncongloe juga memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana angin puting beliung, berupa paku seng dan balok untuk digunakan saat perbaikan.

Pantauan dilokasi, tidak hanya pada pemukiman dan 3 unit kandang ayam serta fasilitas ibadah yang terkena dampak bencana angin puting beliung ini. Namun pagar pembatas sepanjang 100 meter milik PLN Gardu Induk yang ada di Kecamatan Mongcongloe juga rata dengan pondasi. (sir)

Komentar

Topik Terkait