oleh

Tahun Ajaran 2018-2019, SMAN 5 Terapkan Sistem SKS

INIKATA.com Siswa kelas X SMA Negeri 5 Surabaya menerapkan sistem kredit semester (SKS) yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2018/2019, yang mengedepankan segi kemampuan siswa dalam menyelesaikan unit kegiatan belajar mandiri (UKBM).

Waka Kurikulum SMAN 5 Damari menjelaskan, untuk setiap mata pelajaran berisi beberapa materi yang harus diselesaikan siswa dalam satu semester. “Mulai tahun ini sistem SKS sudah kami mulai. Jadi baru empat bulan ini masih berlangsungnya,” kata Damari seperti diberitakan Radar Surabaya.

Sistem SKS ini sangat berbeda dengan yang diterapkan pada perguruan tinggi. Dengan menggunakan SKS, siswa diajarkan lebih banyak belajar secara mandiri. Damari menuturkan, sistem SKS ini sangat efektif bagi siswa untuk menguasai materi pembelajaran.

Karena tidak hanya menerapkan kemandirian siswa saja, tetapi juga mengajak siswa lebih komunikatif untuk saling berdiskusi satu sama lain. Saat di kelas terdapat satu orang guru yang mendampingi siswa dalam pembelajaran, dan diatur secara berkelompok.

“Kalau diatur berkelompok, kami bisa tahu, mana saja siswa yang cepat, aktif, dan yang biasa-biasa saja. Jadi kami tidak hanya tahu siswa yang menguasai materi saja, tapi yang belum bisa menguasai kami bimbing sampai bisa,” urainya.

Dengan dengan sistem seperti itu, justru menguntungkan siswa. Karena siswa bisa lulus dengan waktu yang singkat. Damari menambahkan, siswa bisa dengan mudah lulus dua tahun lebih cepat dan paling lambat empat tahun.

“Siswa belajar dengan 4C yaitu colaboration, comunication, creativity, critic. Mereka (siswa,Red) bisa lulus sesuai kemampuannya. Normal kan tiga tahun ajaran, tapi kalau bisa lulus dua tahun ajaran. Ya lebih bagus,” imbuhnya.

Salah satu siswa kelas X IPA 5, Audiansyah mengatakan, dirinya sangat senang dengan model pembelajaran SKS. Karena, dirinya dapat langsung mengerti materi yang di sampaikan oleh guru. Tak hanya itu, dengan cara berdiskusi juga membuat lebih mudah untuk mengerjakan materi pembelajaran.

“Meskipun belajar secara mandiri, kami juga sering tanya-tanya guru. Terkait materi yang disampaikan. Jadi kami dituntut untuk cepat tanggap dalam menguasai materi, tapi dengan cara yang mudah,” pungkasnya. (**/jpnn)

Komentar

Topik Terkait