oleh

Tak Serius Berbaris, Oknum Guru di Bulukumba Tonjok Hidung Siswanya Hingga Pingsan

-Regional-2 views

BULUKUMBA, INIKATA.com — Peristiwa tidak menyenangkan terjadi pada dunia pendidikan Kabupaten Bulukumba dua hari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda, tepatnya pada hari senin 29 oktober 2018 kemarin.

Seorang oknum Guru PNS berinisial (A.R) yang bertugas di SMAN 18 Bulukumba Kecamatan Kajang dinilai telah melakukan tindakan kekerasan penganiayaan terhadap siswanya saat pelaksanaan upacara penaikan bendera di lapangan SMAN 18 Bulukumba.

Wali Kota Dani Fatma

Diduga oknum guru tersebut memukul hidung bagian kanan siswanya karena kesalahan baris berbaris pada upacara penaikan bendera merah putih, alhasil hidung korban bersimbah darah dan sempat pingsan.

Wawan sapaan akrabnya yang menjadi korban mengaku dipukul bagian hidung dari arah samping kanan.

“Sebelum saya, ada satu orang teman ku yang duluan dipukul, posisinya berada dibelakang saya, tanpa ada teguran sedikit pun yang terdengar, langsung juga memukul saya, saat itu barisan diperintahkan siap, kaki saya posisi siap namun tanganku berada dibelakang seperti orang istirahat sambil tunduk, makanya saya tidak liat, saat saya dipukul,” bebernya.

Lebih lanjut Wawan mengaku, saat darahnya keluar, kepalanya kemudian pusing, makanya waktu itu dibantu oleh temannya untuk keluar lapangan, dan begitu sampai dikantin, ia kemudian pingsan.

Namun efek pukulan tersebut diakui korban masih dirasakannya hingga malam hari lantaran darah masih keluar disertai bengkak.

“Tadi malam masih keluar darah di hidung dan bengkak, sakitnya masih terasa sampai sekarang,” tambahnya.

Sementara itu Akbar Abba yang merupakan pihak keluarga korban merasa sedih dan miris melihat perlakuan oknum guru pns itu.

“Seharusnya seorang guru memberikan pcontoh moral dan etika pendidikan kepada siswanya, karena guru adalah orang tua siswa diluar rumah, miris saja melihat kelakuan gurunya yang tidak ber-prikemanusiaan itu, kalau hanya karena persolan baris berbaris”. Tuturnya

“Seharusnya, bila ada siswa yang melanggar, cukup ditegur saja atau kalaupun dipukul di bagian pinggang ke bawah saja, karena bagian perut ke atas sangat sensitif,” ungkapnya kesal saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Olehnya saat ini, lantaran tidak terima dengan perlakuan tersebut, ia mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Bulukumba hari ini. (Dirman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Topik Terkait