oleh

Instrumen Baru BI Berhasil Lawan Lonjakan Dolar

INIKATA.com – Perdagangan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) berangsur-angsur membaik. Menjauhi level 15.200. Mengutip yahoofinance, saat ini Rupiah tengah bernafas lebih lega ke level 14.950.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, berhasilnya mata uang Garuda melawan dolar lantaran berkat instrumen baru BI yakni transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Instrumen yang mulai berfungsi sejak 1 November ini mendorong kecukupan likuiditas baik di pasar Rupiah maupun pasar valas untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 11 bank yang melakukan transaksi DNDF dari 30 bank yang menyatakan kesiapannya.

“Pergerakan pasar sangat bagus supply dan demand bergerak. Jadi ini penguatan rupiah itu adalah memang murni mekanisme pasar supply-demand. Maka terima kasih kepada kalangan perbankan pelaku pasar keuangan dan juga pelaku koorporasi yang memang secara aktif bertransaksi di pasar valas,” ujarnya saat ditemui di Gedung BI Jakarta, Jumat (2/11).

Adapun transaksi DNDF merupakan transaksi forward yang penyelesaian transaksinya dilakukan secara netting dalam mata uang Rupiah di pasar valas domestik.

Kurs acuan yang digunakan adalah JISDOR untuk mata uang dolar AS terhadap Rupiah, sedangkan kurs tengah transaksi Bank Indonesia untuk mata uang non-dolar AS terhadap Rupiah.

Instrumen ini dapat dilakukan oleh bank dengan nasabah dan pihak asing untuk lindung nilai atas risiko nilai tukar Rupiah. Dalam transaksi DNDF juga diwajibkan menyertakan underlying transaksi berupa perdagangan barang dan jasa, investasi, dan pemberian kredit bank dalam valuta asing.

“Selama ini kan bisa menjual secara spot dan swap, sekarang korporasi juga bisa menjual secara DNDF. Ini semakin memperkaya instrumen di pasar valas,” tandasnya. (Inikata/Fajar Grup)

Komentar

Topik Terkait