oleh

Selain 3 Pilot, 4 Teknisi Lion Air Juga Ikut Diperiksa oleh KNKT

INIKATA.com — Hasil penyelidikan sementara Flight Data Recorder (FDR) black box Lion Air JT-610 memastikan bahwa indikator kecepatan pesawat atau airspeed indicator mengalami kerusakan. Bahkan kerusakan sudah terjadi dalam 4 penerbangan sebelumnya.

Terkait hal itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan pemeriksaan terhadap 3 pilot yang menerbangkan pesawat nahas tersebut pada 3 penerbangan sebelumnya.

Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, saat ini baru 2 pilot yang dimintai keterangan. Yaitu pilot dengan rute Denpasar-Jakarta yang sudah diperiksa pada Minggu (4/11). Dan satu pilot berikutnya yakni yang menerbangkan pesawat dengan rute Manado-Denpasar.

“Kami jadwalkan baru 2 orang (pilot yang dimintai keterangan, Red). Pertama pilot penerbangan Denpasar ke Jakarta sudah kemarin. Rencananya minggu ini pilot yang menerbangkan dari Manado ke Denpasar,” kata Nurcahyo di kantor KNKT Gambir, Jakarta Pusat, Senin (5/11).

Selain pilot, lanjut Nurcahyo, KNKT juga akan meminta keterangan teknisi yang bertanggung jawab atas 4 penerbangan Lion Air JT-610. Mereka akan diinterogasi terkait langkah-langkah perbaikan yang diambil.

“Teknisi yang memperbaiki sebelum pesawat kecelakaan (juga akan ditanyai, Red), teknisi dari Cengkareng, dari Denpasar dan dua airport sebelumnya,” sambungnya.

Di sisi lain, pria berpangkat kapten tersebut belum bisa memutuskan kerusakan indikator kecepatan pesawat merupakan penyebab kandasnya Lion Air JT-610. Menurutnya hal tersebut masih dalam investigasi lebih jauh.

“Kami belum tahu (kerusakan indikator kecepatan pesawat penyebab Lion Air JT-610 jatuh, Red). Yang kami tahu 4 penerbangan sebelum kecelakaan pesawat mengalami kerusakan. Nanti kita lihat hubungannya,” pungkas Nurcahyo. (Inikata/Fajar group)

Komentar

Topik Terkait