oleh

Eggi Sebut SBY Mainkan ‘Politik Banci’, Demokrat: Dia Cari Popularitas

INIKATA.com – Pernyataan Politikus PAN Eggi Sudjana yang menyebutkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah memainkan ‘politik banci’ menuai gejolak di internal partai berlambang mercy tersebut. Mereka pun menuding Eggi tengah mencari popularitas untuk nyaleg.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, ketika disinggung awak media soal pernyataan Eggi. Agus mengaku bingung, siapa yang dimaksudkan banci oleh tokoh gerakan aksi 212 tersebut.

“Yang banci itu siapa? rasanya semua orang juga tahu siapa Eggi Sudjana. Apa yang dilakukan Eggi Sudjana bagi bangsa dan negara?,” kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Jakarta, Selasa (13/11).

Wakil Ketua DPR RI itu menilai, selama ini SBY telah melakukan berbagai keputusan dengan cara yang teratur dan terukur. Termasuk juga dengan langkah-langkah politiknya. Karena itu, dirinya keberatan dengan komentar miring yang dilontarkan oleh anak buah Zulhas tersebut.

“Sekarang ini Eggi Sudjana sedang masuk wilayah wilayah politik (nyaleg). Dia sedang ingin cari popularitas. Mungkin dengan jalan-jalan itu dia pikir bisa eksis. Padahal menurut saya ini menambah keruwetan dalam perjalanan politiknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana membantah orasi politik SBY soal maraknya SARA pasca Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Bahkan, dia menilai SBY sebagai politikus banci yang tidak mempunyai pendirian dalam mengambil keputusan.

“Saya tidak sependapat dengan SBY, kalau ngikutin pendapat SBY jadi banci, enggak jelas ya, sok netral, tapi bisu. Politik banci,” kata Eggi di D’Hotel, Guntur, Jakarta Selatan, Minggu (11/11).

Eggi menuturkan, SBY sebagai pimpinan Demokrat harus secara mengambil sikap terhadap arah dukungannya. Meski merupakan partai pengusung calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, namun kontrsibusinya dianggap belum maksimal.

Bahkan dalam perspektif Islam, Eggi menyebut setiap orang harus tegas menunjukkan identitasnya. Sama seperti berpolitik.

“Identitas itu perlu, karena dasar hukumnya dalam Islam ‘Ijhadu Biana Muslimin’, tunjukan kamu muslim, tunjukan itu apa? identitas” ungkap Anak buah Zulkifli Hasan itu.

Bahkan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, ini menilai, jika secara tegas Demokrat mendukung Prabowo-Hatta pada Pemilu 2014 maka diyakini akan menang.

“Kalau menurut saya begitu, enggak tegas. Dulu misalnya kalau 2014 SBY tegas pilih Prabowo, menang. Kan faktanya enggak dukung,” tandasnya. (**)

Komentar

Topik Terkait