oleh

Tiga Bulan Jadi ‘Pasien’ KPK, Idrus Marham Tulis Buku Benuansa Religius

INIKATA.com – Tiga bulan menjadi ‘pasien’ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Idrus Marham banyak merenung. Dari hasil perenungannya itu pula, Idrus rupanya menelurkan sebuah karya.

Ya, mantan Menteri Sosial itu mengaku telah membuat sebuah buku. Isinya seputar perjalanannya selama 3 bulan menjalani tahanan KPK.

“Jadi kita di sana itu (masjid Guntur) ada kajian. Saya buat buku itu membangun ghirah (semangat) kajian Keislaman,” katanya sebelum diperiksa penyidik, Jumat (16/11).

Idrus menambahkan kalau buku yang digarapnya diberi judul ‘Membangun Ghirah Kajian Keislaman’. Semua naskah dalam buku ditulis di dalam rumah tahanan (rutan) Guntur.

“Buku ini adalah untuk memotivasi diri kita sendiri untuk menghadapi masalah dan kunci-kunci yang harus menjadi guidance kita menghadapi masalah,” tambahnya.

“Saya berencana nyetak 3000 (buku),” tambah eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar itu.

Dia mengungkapkan, buku tersebut bisa menjadi evaluasi diri. Sekaligus memproteksi dirinya dalam merancang kehidupannya ke depan.

“Bagaimana sejatinya seseorang menghadapi masalah, menghadapi ujian, menghadapi perjalanan hidup ini. Kira-kira begitu intisari bukunya,” tegas dia.

Terkait pemeriksaan, Idrus mengaku hari ini diperiksa KPK sebagai tersangka. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh soal pemeriksaannya pada hari ini.

Sekadar informasi, dalam kasus dugaan suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus dituding telah menerima suap dari pemilik saham Blackgold Nature Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan salah satu konsorsium Proyek PLTU Riau-1.

Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yakni USD 1,5 juta dari Kotjo bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo. (**)

Komentar

Topik Terkait