oleh

Berlangsung Rusuh, Aksi Unjuk Rasa Disertai Ledakan di Pos Keamanan Antam

KOLAKA, INIKATA.com – Aksi unjuk rasa ratusan orang yang berlangsung di depan kantor perusahaan Antam Sultra berlangsung rusuh. Berkat kesigapan dari aparat keamanan Polres Kolaka yang dibantu oleh anggota Kodim 1412 Haluoleo Kolaka dan Pasukan 725 aksi anarkis dari pengunjuk rasa dapat teratasi.

Namun berselang beberapa menit kemudian terjadi ledakan bom di Posko Pengaman Antam. Ledakan bom ini menewaskan satu orang anggota keamanan serta dua orang luka-luka.

Kondisi ini semakin parah setelah adanya informasi bahwa salah satu manager dari perusahaan Antam telah disandra disalah satu tempat jauh dari lingkungan perusahaan. Mengetahui hal itu maka Kapolres Kolaka melakukan kordinasi dengan anggotanya agar segera melaporkan kepada komando yang lebih diatas.

Dengan kesigapan dari pasukan Gegana Polri yang dibantu oleh anggota Kodim 1412 Halu Oleo Kolaka dan pasukan 725 turut membantu membebaskan sandra. Sebelumnya anggota Sabara Polres Kolaka lebih dahulu melakukan negosiasi dengan penyandra, namun negosiasi itu diabaikan oleh penyandra.

Tidak adanya kesepakan yang ditempuh oleh anggota Sabara Polres Kolaka dengan pelaku penyandra, maka tim pasukan Gegana sebanyak 10 orang anggota diterjunkan untuk membebaskan sandra. Hanya berselang beberapa menit saja tim Gegana dengan bersenjata lengkap menuju lokasi penyandraan dengan secepat kilat pasukan Gegana mendobrak pintu dimana Manager Antam Sultra disandra.

Meski sebelumnya penyandra sempat saling tembak menembak dengan pasukan Gegana. Namun akhirnya satu orang pelaku penyandra tewas ditembak oleh pasukan Gegana, sementara dua orang pelaku penyandra menyerah saat pasukan Gegana mendobrak pintu sebuah bangunan tempat menyandra manager Antam Sultra.

Rangkaian cerita ini merupakan simulasi dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam membebaskan sandra dari ancaman teroris.
Yang dilakanakan oleh Dirjen Minerba ESDM bekerjasama dengan Badan Nasional Penggulangan Teroris(BNPT) dilaksanakan di lokasi perusahaan Antam Sultra baru-baru ini.

Dihadiri Direktur Pamobvit Baharkam Polri, Direktur BNPT Pusat, Danrem 143 Halu Oleo Kendari, Wakil Bupati Kolaka Muh Jayadin, General Manager PT Antam Sultra Hartono, jajaran pejabat Kementrian ESDM dan jajaran pejabat BNPT, Dandim 1412 HO Kolaka, Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Harun Masirri serta undangan lainnya.

Dalam kesmepatan itu Dirjen ESDM RI Sri Raharjo mengungkapkan bahwa objek vital nasional bidang ESDM memiliki peranan penting dan strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan Negara dan sebagai sumber pendapatan Negara yang bersifat strategis.

“Acacaman terorisme terhadap vital nasional harus diwaspadai sedini mungkin,” tegas Dirjen ESDM.

Dikatakannya bahwa SOP ini sebagai wujud tindak lanjut perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Mineral dan Batubara dengan Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT bersama tim terdiri dari Kementerian ESDM, BNPT, TNI, POLRI, Akademisi dan Stakeholder yang terkait.

“Jadi SOP ini untuk memberikan gambaran kepada perusahaan pertambangan terkait langkah-langkah tindakan pengamanan perusahaan terhadap ancaman teror,” kata Dirjen. (**)

Komentar

Topik Terkait